Beasiswa: Perbedaan antara revisi

3.209 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
Menolak 5 perubahan teks terakhir (oleh Abdur rokib) dan mengembalikan revisi 7547230 oleh SamanthaPuckettIndo
(Beasiswa Berdasarkan Prestasi)
(Menolak 5 perubahan teks terakhir (oleh Abdur rokib) dan mengembalikan revisi 7547230 oleh SamanthaPuckettIndo)
'''Beasiswa''' adalah pemberian berupa bantuan [[keuangan]] yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan [[pendidikan]] yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga [[pemerintah]], perusahaan ataupun [[yayasan]]. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut [[ikatan dinas]]) setelah selesainya pendidikan. Lama ikatan dinas ini berbeda-beda, tergantung pada lembaga yang memberikan beasiswa tersebut.
'''Contoh pemberian''' beasiswa kategori cuma-cuma adalah pembebasan SPP bagi sebagian atau seluruh siswa di suatu sekolah. Sungguh beruntung para siswa/i pada era reformasi ini, mereka mendapat pembebasan SPP, sangat berbeda jika dibandingkan dengan siswa/i pada masa orde baru. Selain kategori pemberian cuma-cuma dan ikatan dinas, kategori lainnya adalah kategori bersyarat (sebagai kategori ketiga), misalnya syarat nilai rata-rata raport. Contoh dari kategori ketiga ini adalah pemberian beasiswa (berupa uang SPP) bagi calon mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi tertentu, baik negeri maupun swasta.
 
Berdasarkan uraian di atas, maka pembagian jenis beasiswa berdasarkan cara pemberiannya, dibedakan menjadi tiga, yaitu:
 
1. Pemberian cuma-cuma tanpa syarat
 
2. Pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas)
 
3. Pemberian bersyarat.
 
Contoh pemberian beasiswa kategori cuma-cuma adalah pembebasan SPP bagi sebagian atau seluruh siswa di suatu sekolah. Mereka yang mendapat pembebasan SPP ini bisa dari semua kalangan, baik dari keluarga kaya atau dari keluarga miskin serta tanpa syarat lainnya. Sedangkan beasiswa kategori ikatan dinas, mereka yang mendapat beasiswa ini juga bisa dari semua kalangan, baik dari keluarga kaya atau dari keluarga miskin, tetapi biasanya dengan syarat (misalnya syarat nilai rata-rata raport atau ijazah). Sedangkan beasiswa kategori ketiga atau pemberian beasiswa bersyarat, mereka yang mendapat beasiswa ini juga bisa dari semua kalangan, baik dari keluarga kaya atau dari keluarga miskin, tetapi dengan syarat (misalnya syarat nilai rata-rata raport atau ijazah). Contoh dari kategori ketiga ini adalah pemberian beasiswa (berupa uang SPP) bagi calon mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi tertentu. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendapat beasiswa harus rajin-rajin mencari informasi terkait dengan program beasiswa.
 
Sejak digulirkannya program beasiswa bebas SPP untuk siswa ini merupakan "keuntungan" bagi para siswa. Dengan adanya program beasiswa tentunya mereka "berterimakasih" kepada pemerintah dengan cara semakin meningkatkan semangat dan rajin belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Harapan pemerintah tentu juga demikian, agar siswa semakin semangat dan rajin belajar agar masa depan bangsa semakin bersinar. Tetapi sebuah fakta adalah sebaliknya, di beberapa sekolah, siswanya semakin seenaknya. Di saat jam sekolah ada saja siswa yang masih berada di luar kelas, bahkan di luar sekolah. Ketika seorang guru sedang berhalangan hadir sekalipun, mestinya ia tetap di dalam kelas dan belajar dengan cara (misalnya) mengerjakan soal-soal atau merangkum bahan pelajaran yang sedang dalam waktu yang dihadapinya.
 
Diakui atau tidak, program beasiswa yang dijalankan pemerintah, telah memberikan kontribusi bagi semakin besarnya hutang negara. Kenyataan ini, menjadi sangat sia-sia apabila tidak ada kesadaran dari para siswa untuk belajar lebih semangat dan rajin. Oleh karenanya, pelaksanaan program beasiswa ini perlu ditinjau kembali. Misalnya, pemberian beasiswa (selain beasiswa jenis pembebasan SPP), jenis lainnya bisa didasarkan pada prestasi. Sedangkan jenis BSM bisa ditiadakan.
 
== Jenis beasiswa ==
44.402

suntingan