Sagu: Perbedaan revisi

75 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
clean up, adding template and category using AWB
k
k (clean up, adding template and category using AWB)
# Pati diolah untuk dijadikan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "[[basong]]" di Kendari).
 
Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300 &nbsp;kg pati. Suatu survai di [[Kabupaten Kendari]] menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.<ref>http://www.iptek.net.id/ind/?ch=jsti&id=277</ref>
Tanaman sagu dapat berperan sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas CO2 yang diemisikan dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008). <ref> http://www.http://repository.ipb.ac.id/search?order=DESC&rpp=10&sort_by=0&page=5&query=sagu&etal=0</ref>
 
== Kandungan gizi ==
Tepung sagu kaya dengan [[karbohidrat]] ([[pati (polisakarida)|pati]]) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya.
 
Seratus gram sagu kering setara dengan 355 [[kalori]]. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 [[gram]] karbohidrat, 0,2 gram [[protein]], 0,5 gram [[serat]], 10mg10&nbsp;mg [[kalsium]], 1,2mg2&nbsp;mg [[besi]], dan lemak, [[karoten]], [[tiamin]], dan [[asam askorbat]] dalam jumlah sangat kecil.
 
== Galeri, mengekstrak sagu ==
{{reflist}}
:2. Flach, M. and F. Rumawas, eds. (1996). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No. 9: Plants Yielding Non-Seed Carbohydrates. Leiden: Blackhuys.
 
{{makanan-stub}}
 
[[Kategori:Pertanian tropis]]
[[Kategori:Bahan makanan]]
[[Kategori:Makanan pokok]]
[[Kategori:Hasil hutan non-kayu]]
 
 
{{makanan-stub}}
 
{{Hasil hutan non-kayu}}
21.465

suntingan