Ibnu Miskawaih: Perbedaan revisi

2.597 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tag: BP2014
{{Infobox Ulama Muslim
|notability = Persian scholar
|era = [[IslamicZaman GoldenKejayaan Age]]Islam
|image =
|caption =
|name = '''Ahmad Ibn Muhammad MiskawayhMiskawaih Razi'''
|title= '''Ibn MiskawayhMiskawaih'''
|birth_date = 330 H /932 M
|birth_place = [[Ray, Iran|Ray]], [[Ziyarid dynasty|Ziyarid Iran]]
|death_date = 1030421 H /1030M
|death_place = [[Isfahan]], [[Kakuyids|Kakuyid Iran]]
|Maddhab =
|school_tradition=
|ethnicity = [[Persian people|Persian]]Persia
|region = [[Iran]]
|main_interests = [[HistorySejarah]], [[TheologyTeologi]], [[medicineIlmu Keodkteran]], [[ethics]]Filsafat and [[philosophyAkhlak]]
|notable_ideas=
|works = ''Tadhib al-akhlaq'' (Ethical Instruction), ''Al-Fawz al-Asghar'', ''Tajarib al-umam'' (Experiences of Nations)
|influences = [[Adurbad-e Mahrspandan]], [[Al-Kindi]]
|influenced = [[Nasir al-Din Tusi]], [[Mulla Sadra]]|
}}
 
Ibnu Miskawaih adalah salah seorang cendekiawan [[Muslim]] yang berkonsentrasi pada bidang [[filsafat]] [[akhlak]].<ref name="Sarwoko"> Soemowinoto, Sarwoko (2008).''Pengantar Filsafat Ilmu Keperawatan''.Jakarta :Penerbit Salemba Medika. Hal 77 </ref> Dia lahir di [[Iran]] pada tahun 330 H/932 M dan meninggal tahun 421 H/1030 M.<ref name="Sarwoko"/> <ref name="Soedijarto"> Soedijarto, dkk (2007).''Ilmu dan Aplikasi Pendidikan''.Jakarta:PT Grasindo. Hal 254 Cet.2 </ref> Ibnu Miskawaih melewatkan seluruh masa hidupnya pada masa ke[[khalifah]]an [[Abassiyyah]] yang berlangsung selama 524 tahun, yaitu dari tahun 132 sampai 654 H /750-1258 M. <ref name="Ary"> Nilandari, Ary (2005).''Memahat Kata, Memugar Dunia:101 Kisah yang menggugah Pikiran''.Bandung:Penerbit MLC. Hal 42-46 Jilid 1 </ref> Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Maskawaih. <ref name="Dahlan"> Dahlan, Abdul Aziz (2003).''Pemikiran Falsafi dalam Islam''.Jakarta: Penerbit Djabatan. Hal 88 </ref> <ref name="Udin"> Wahyudin, Udin, dkk (2008).''Fiqih''.Bandung:Grafindo Media Pratama. Hal 37 </ref>
<!--Kamu bisa juga mengkopi infobox yang terdapat di versi bahasa Inggris-->
Ibnu Miskawaih lahir di Iran pada tahun 330 H/941 M dan meninggal tahun 421 H/1030 M. <!--kalimat pembuka masih salah. Seharusnya langsung menyatakan peran tokoh tersebut. Misalnya: '''Ibnu Miskawaih''' adalah seorang mufassir dan pemikir Islam. Ia termasuk dalam tiga pemikir Syiah paling berpengaruh.--> <ref name="Sarwoko"> Soemowinoto, Sarwoko (2008).''Pengantar Filsafat Ilmu Keperawatan''.Jakarta :Penerbit Salemba Medika. Hal 77 </ref> <ref name="Soedijarto"> Soedijarto, dkk (2007).''Ilmu dan Aplikasi Pendidikan''.Jakarta:PT Grasindo. Hal 254 Cet.2 </ref> Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Maskawaih. <ref name="Dahlan"> Dahlan, Abdul Aziz (2003).''Pemikiran Falsafi dalam Islam''.Jakarta: Penerbit Djabatan. Hal 88 </ref> <ref name="Udin"> Wahyudin, Udin, dkk (2008).''Fiqih''.Bandung:Grafindo Media Pratama. Hal 37 </ref>
 
IaIbnu Miskawaih lebih dikenal sebagai filsuf akhlak daripada sebagai cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang [[kedokteran]], ketuhanan, maupun [[agama]]. <ref name="Sarwoko"/> Dia adalah orang yang paling berjasa dalam mengkaji akhlak secara ilmiah.<ref name="Soedijarto"/> Bahkan pada masa dinasti Buwaihi, beliau diangkat menjadi [[sekretaris]] dan [[pustakawan]]. <ref name="Soedijarto"/> <ref name="Udin"/> Dulu sebelum masuk Islam, Ibnu Miskawaih adalah seorang pemeluk agama Magi, yakni percaya kepada bintang-bintang. <ref name="Udin"/>
Beliau adalah orang yeng paling berjasa dalam mengkaji akhlak secara ilmiah.<ref name="Soedijarto"/> Selain itu, Ibnu Miskawaih juga adalah salah seorang cendikiawan Muslim yang berkonsentrasi pada bidang filsafat akhlak di zaman dinasti Buwaihi. Pada masa dinasti ini pula, beliau diangkat menjadi sekretaris dan pustakawan. <ref name="Soedijarto"/> <ref name="Udin"/> Sebelum masuk Islam, beliau beragama Magi, yakni percaya kepada bintang-bintang. <ref name="Udin"/> Ia merupakan tokoh politik yang aktif selama masa Al-Booye.
Pengaruhnya pada filsafat Islam terutama berkaitan dengan isu etik.
 
==Konsep Pemikiran Ibnu Miskawaih==
 
Gayanya yang menyatukan pemikiran abstrak dengan pemikiran praktis membuat pemikirannnya sangat berpengaruh.<ref name="Ary"/> Terkadang Ibnu Miskawaih hanya menampilkan aspek-aspek kebijakan dari ke[[budaya]]an-kebudayaan sebelumnya; terkadang dia hanya menyediakan ulasan praktis tentang tentang masalah-masalah [[moral]] yang sulit untuk diuraikan. <ref name="Ary"/> Filosofinya sangat logis dan menunjukkan [[koherensi]] serta [[konsistensi]].<ref name="Ary"/>
Menurut Ibnu Miskawaih, akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. <ref name="Wahyuddin"> Wahyuddin, dkk (2009).''Pendidikan Agama Islam''.Jakarta: PT Grasindo. Hal 52 </ref>
 
Menurut Ibnu Miskawaih, akhlak adalah keadaan [[jiwa]] seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. <ref name="Wahyuddin"> Wahyuddin, dkk (2009).''Pendidikan Agama Islam''.Jakarta: PT Grasindo. Hal 52 </ref> Selanjutnya, pemikirannya tentang [[manusia]].<ref name="Ibnu"> Maskawaih Ibnu (1389 H).''Tahdzib Al Akhlaq wa Tathhir Al A'raaq''.Beirut:Mansyurah Dar Al Maktabah. Hal 62, Cet 2 </ref> Pemikiran Ibnu Miskawaih tentang manusia tidak auh berbeda dengan para filosof lain.<ref name="Ibnu"/> Menurutnya di dalam diri manusia terdapat tiga [[daya]], yakni daya [[nafsu]] (al-nafs al-bahimiyyat) sebagai daya paling rendah, daya [[berani]] (al-nafs al-sabu'iyyat sebagai daya pertengahan, dan daya berpikir (al-nafs al-nathiqah)sebagai daya tertinggi.<ref name="Ibnu"/>
 
Dia sering menggabungkan aspek-aspek [[Plato]], [[Aristoteles]], [[Phytagoras]], [[Galen]], dan pemikir lain yang telah dipengaruhi filosofi [[Yunani]].<ref name="Ary"/> Namun ini bukanlah suatu penjarahan budaya,melainkan usaha [[kreatif]] menggunakan pendekatan-pendekatan berbeda ini untuk menjelaskan masalah-masalah penting.<ref name="Ary"/>
 
Karakteristik pemikiran Ibnu Miskawaih dalam pendidikan akhlak secara umum dimulai dengan pembahasan tentang akhlak (karakter/watak).<ref name="Ibnu"/> Menurutnya [[watak]] itu ada yang bersifat alami dan ada watak yang diperoleh melalui kebiasaan atau latihan.<ref name="Ibnu"/> Dia berpikir bahwa kedua watak tersebut hakekatnya tidak [[alami]] meskipun kita lahir dengan membawa watak masing-masing, namun sebenarnya watak dapat diusahakan melalui [[pendidikan]] dan [[pengajaran]].<ref name="Ibnu"/>
 
==Karya-karya Ibnu Miskawaih==
 
Ia telah menyusun kitab "''Tahdzibul achlaq wa tathhirul a'raaq"''.<ref name="Soedijarto"/> Kemudian karyanya yang lain adalah ''Tartib as Sa'adah'', buku ini berisi tentang akhlak dan politik.<ref name="Ary"/> Ada juga Al Musthafa (syair pilihan), Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak), As Syaribah (tentang minuman).<ref name="Ary"/>
 
Dalam bidang sejarah, karyanya ''Tajarib Al-Umam'' (pengalaman bangsa-bangsa) menjadi acuan [[sejarah]] dunia hingga tahun 369 H.<ref name="Ary"/> Karya-karya Ibnu Miskawaih dalam bidang [[etika]] dinilai jauh lebih penting daripada karya-karyanya dalam bidang [[metafisika]].<ref name="Ary"/> Bukunya ''Taharat Al A'raq'' (Purity of Desposition), yang lebih dikenal dengan nama ''Tahdhib Al Akhlaq'' ( Cultivation of Morals), menjelaskan tentang jalan untuk meraih kestabilan akhlak yang tepat dalam perilaku yang teratur dan sistematis.<ref name="Ary"/>
 
 
2.312

suntingan