Surat Batak: Perbedaan revisi

68 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
(Menolak 4 perubahan teks terakhir (oleh Aladdin Ali Baba dan Ukozok) dan mengembalikan revisi 6647302 oleh EmausBot)
k
|sample_desc= Huruf-huruf dalam Surat Batak. Variasi dalam aksara Karo, Toba, Dairi, Simalungun, dan Mandailing dicampur.
}}
'''Surat Batak''' adalah nama [[huruf|aksara]] yang digunakan untuk menuliskan [[bahasa-bahasa Batak]] yaitu bahasa Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Toba. Surat Batak masih berkerabat dengan aksara Nusantara lainnya seperti [[Surat Ulu]] di Bengkulu dan Sumatra Selatan, [[Surat Incung]] di Kerinci, dan [[Had Lampung]] . Aksara ini memiliki beberapa varian bentuk, tergantung bahasa dan wilayah. Secara garis besar, ada lima varian suratSurat Batak di Sumatra, yaitu KaroAngkola-Mandailing, TobaKaro, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan MandailingToba. Aksara ini wajib diketahui oleh para ''datu'', yaitu orang yang dihormati oleh [[suku Batak|masyarakat Batak]] karena menguasai ilmu sihir, ramal, dan penanggalan. Kini, aksara ini masih dapat ditemui dalam berbagai ''[[pustaha]]'', yaitu kitab tradisional masyarakat Batak.
 
== Ciri khas ==
== Jenis aksara dan penyebaran ==
 
Setiap bahasa Batak memiliki varian Surat Batak sendiri-sendiri. Namun varian-varian ini tidaklah terlalu berbeda satu sama lain. Ada empat varian Surat Batak yang utama, sesuai [[rumpun bahasa Batak]], yaitu: Karo, Toba , Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Angkola-Mandailing. Dengan membandingkan kelima aksara Batak dan mengadakan analisa nama-nama huruf diakritik maka Prof. Dr. Uli Kozok dari University of Hawai'i at Manoa, dapat membuktikan bahwa aksara Batak mula-mula ada di Mandailing. Dari Mandailing aksara Batak menyebar ke kawasan Toba Timur (perbatasan dengan Simalungun), lalu ke Simalungun dan ke Toba Timur. Dari Toba Timur aksara Batak menyebar lagi ke Pakpak Dairi, sedangkan dari Toba Barat ke Simalungun, sedangkan aksara Karo menunjukkan pengaruh baik dari Pakpak-Dairi maupun dari Simalungun. (Sumber: Kozok, Uli. 2009. Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak, Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: École française d'Extrême-Orient, Kepustakaan Populer Gramedia.)
 
== Penggunaan ==
''Anak ni surat'' dalam aksara Batak adalah komponen fonetis yang disisipkan dalam ''ina ni surat'' (tanda diakritik) yang berfungsi untuk mengubah pengucapan/lafal dari ''ina ni surat''. Tanda diakritik tersebut dapat berupa tanda [[vokal (linguistik)|vokalisasi]], [[konsonan nasal|nasalisasi]], atau [[frikatif]]. ''Anak ni surat'' ini terdiri dari:
* Bunyi {{IPA|[e]}} (''hatadingan'')
* Bunyi {{IPA|[ŋ]}} (''paminggil'', "Haminsaran")
* Bunyi {{IPA|[u]}} (''haborotan'')
* Bunyi {{IPA|[i]}} (''hauluan'')
29

suntingan