Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- asal-usul + asal usul )
Tahun berikutnya ([[601]]), Kaisar Suiko memulai pembangunan [[Istana Ikaruga]]. Pada tahun berikutnya ([[602]]), pasukan dikumpulkan untuk diberangkatkan dalam ekspedisi penaklukan Silla. Adik kandung lain ayah dari Pangeran Umayado yang bernama [[Pangeran Kume]] diangkat sebagai pemimpin pasukan. Di [[Provinsi Tsukushi]] ([[Kyushu]]) berkumpul sejumlah 25 ribu prajurit yang siap menyeberang ke Silla, namun Pangeran Kume meninggal secara mendadak. Ada kisah yang mengatakan Pangeran Kume tewas oleh pembunuh bayaran yang tiba dari Silla. Sebagai penggantinya ditunjuk [[Pangeran Taima]] (adik Pangeran Umayado dari lain ibu), tapi ia harus kembali ke ibu kota karena istrinya meninggal. Pada akhirnya, ekspedisi penaklukan Silla dibatalkan.
 
Pada tahun [[603]], pemerintah menetapkan sistem [[Dua Belas Jenjang Jabatan Hiasan Kepala]] (''Kan'i Jūnikai''). Pejabat yang berprestasi bisa menempati jabatan yang tinggi tanpa mengenal asal- usul klan dan keluarga. Tahun berikutnya ([[604]]), Pangeran Shōtoku menulis [[Konsitusi Tujuh Belas Pasal]] (''Jūshichijō kenpō''). Konstitusi ini menekankan kepatuhan kalangan bangsawan kepada kaisar, dan penghormatan terhadap Buddha.
 
[[Berkas:Asuka dera Prince Shotoku.jpg|right|thumb|Patung Pangeran Shōtoku di Asuka-dera (kuil di Prefektur Nara)]]
612.874

suntingan