Galanggang Siliah Baganti: Perbedaan revisi

1.311 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
 
Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, ajang perlombaan yang ada di IPSI lebih fokus kepada aspek laga sehingga tidak memberikan ruang kepada aspek seni untuk tampil dengan kekhasan geraknya masing-masing sesuai dengan warisan silat yang mereka terima dari para pendahulu masing-masing aliran silat. GSB adalah wadah yang tepat untuk menampung keragaman langgam gerak silat tradisional di Minangkabau. Semenjak tahun 2012, GSB adalah unit khusus yang merupakan wadah untuk menampung silat-silat tradisional di dalam struktur organisasi Pengurus Propinsi IPSI Sumatera Barat.
 
== Prosesi Galanggang Siliah Baganti ==
Salah seorang pecentus GSB mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah alek nagari, artinya kegiatan tersebut terselenggara dalam tatanan adat di Minangkabau. Alek nagari melibatkan para pemuka adat di Minangkabau yakni para datuk-datuk dalam nagari. Oleh karena kegiatan tersebut merupakan alek nagari, maka kegiatan tersebut berbeda dengan festival biasa. Pada kegiatan GSB para ninik mamak selaku pimpinan masyarakat adat membuka gelanggang dan menutupnya dengan sebuah prosesi adat.
 
== Konsep GSB ==
Konsep GSB ini adalah mempertahankan nilai-nilai tradisi silek Minangkabau. Oleh sebab itu berulang kali Emral Djamal Dt Rajo Mudo mengatakan bahwa perlu sekali setiap nagari menampilkan ciri khas tradisi silek mereka. Meskipun secara umum silek Minang tersebut sama, namun terjadi variasi-variasi antar nagari. Oleh sebab itu penting sekali tiap-tiap peserta menampilkan dan meramu tradisi khas silek daerah masing-masing menjadi sebuah rangkaian pertunjukan silat yang menarik dipandang sekaligus logis sebagaimana layaknya sebuah beladiri. Pada kenyataannya himbauan ini belum dipahami sepenuhnya oleh para peserta. Mereka cenderung tidak merasa percaya diri dengan gerakan silat tradisi mereka sendiri dan kemudian mengambil silat tradisi dari daerah lain.
 
== Kegiatan-kegiatan ==
815

suntingan