Buka menu utama

Perubahan

285 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
 
=== Setelah RIS tahun 1950 ===
Setelah tahun 1950, meskipun usianya masih 46 tahun, memilih pensiun sebagai bekas menteri dan perintis kemerdekaan, membaca buku dan sering bertemu dengan rekan seperjuangan dalam dan luar negeri. Pernah Presiden Sukarno (sebagai kawan yang pernah sepondokan) tahun 1952 meminta beliau datang ke Jakarta, yang disampaikan kepada isterinya waktu datang di istana mengantarkan kakaknya (Ny. Soewarni isteri Mr. A.K. Pringgodigdo, sekretaris kabinet), ia berujar: ''Waar is Mas Gondo, laat hem maar bij mij even komen, ik zal een positie voor hem geven'' (Dimana Mas Gondo, suruh dia menemui saya, akan saya beri jabatan untuk dia), tetapi beliau menolak jabatan ini, tidak ada kejelasan mengapa ia menolak. Kawan dekat beliau sebelum tahun 1955 adalah [[Sultan Hamengkubuwono IX]] yang sering datang ke rumah naik mobil kecil warna abu-abu merk Vauxall AB-1881 dan [[Sutan Syahrir]] yang datang menjenguk beliau naik pesawat kecil ke [[Maguwo]] mengemudi sendiri bersama pelatihnya, serta setelah tahun 1965 adalah Romo Mangun (Y. B. [[Mangunwijaya]]) yang sering bertandang, (karena bertetangga dekat dengan Seminari Yogyakarta di Kota Baru di mana beliau menghabiskan waktu sehari-harinya di rumahnya yang di Kota Baru juga). Pada tahun [[1978]] wafat kemudian dimakamkan di Pemakamam Keluarga Besar Tamansiswa [[Taman Wijayabrata]] di Celeban, Umbulharjo - Yogyakarta.
 
Pada tahun [[1978]] wafat kemudian dimakamkan di Pemakamam Keluarga Besar Tamansiswa [[Taman Wijayabrata]] di Celeban, Umbulharjo - Yogyakarta.
 
== Penghargaan Pemerintah ==
2.054

suntingan