Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah: Perbedaan revisi

Kegiatan kesenian di Pesantren Putri al-Mawaddah lebih diarahkan pada kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat internal. Artinya, segala yang ditampilkan oleh para santriwati dalam bidang kesenian lebih diutamakan untuk kebutuhan intern lembaga dalam rangka pembinaan mental dan kreativitas santriwati, sekaligus sebagai sarana hiburan 24 jam tinggal di dalam asrama. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain meliputi: Seni Tari, Seni Musik, Seni Suara, Leter dan Kaligrafi dan lain-lain.
=== Program Pengembangan Bahasa ===
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi bagi seluruh santriwati al-Mawaddah mendapatkan perhatian khusus dan porsi pembinaan tersendiri dari Pimpinan Pesantren Putri al-Mawaddah melalui wadah pembinaan Central Language Improvement Office (CLIOCLI – Bagian Penggerak Bahasa Oswah) dan Language DevelopmentAdvisory CentreCouncil (LDCLAC), dengan sistem pembinaan yang efektif dan efisien.
<br />
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris wajib dipergunakan oleh seluruh santriwati setelah 6 bulan (setengah semester) dalam kehidupan mereka sehari-hari di Pesantren Putri al-Mawaddah memerlukan penanganan secara khusus dan serius melalui seluruh aspek kegiatan.
<br />
Selain pemberian mufrodatmutadradifaats (vocabularies), muhadatsah (conversation) secara rutin, tertib dan terarah, serta program ishlahishlahul lughoh, dengan menggunakan alam dan lingkungan sebagai laboratorium, Yayasan al-Arham juga telah menyediakan 2 unit Laboratorium Bahasa, guna lebih meningkatkan kualitas dan kemampuan berbahasa resmi para santriwati.
<br />
Program pengembangan bahasa di Pesantren Putri al-Mawaddah merupakan salah satu program Co-Curiculer yang sangat mendukung proses peningkatan kualitas akademik santriwati.
 
=== Penerbitan Majalah Tiga Bulanan MIR-AH ===
Salah satu program pembinaan santriwati yang dilakukan oleh Pengasuh Pesantren Putri al-Mawaddah adalah pembekalan santriwati dalam bidang jurnalistik dan informatika.
Pengguna anonim