Bendera Israel: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 45:
 
Dalam [[Alkitab]], orang Israel diperintahkan untuk membuat jumbai-jumbai ''[[tzitzit]]'' dengan salah satu benang yang diwarnai ''[[tekelet]]''; "Maksudnya supaya...mengingat dan melakukan segala perintah-Ku (Allah) dan menjadi kudus bagi Allahmu". ({{Alkitab|Bilangan 15:39}}). [[Tekelet]] ini sesuai dengan warna wahyu ilahi ([[Midrash]] Numbers Rabbah xv.). Sekitar akhir masa Talmudik (500-600 M) industri yang menghasilkan pewarna ini lenyap. Semakin lama, pewarna ini semakin jarang dan akhirnya komunitas Yahudi kehilangan tradisi jenis spesies kerang mana yang dipakai untuk menghasilkan pewarna ini dan baru pada tahun-tahun 1980-an mulai ditemukan kembali. Sebelum itu, untuk mengenang perintah penggunaan pewarna ''tekelet'', orang Yahudi memakai ''[[tzitzit]]'' hanya berwarna putih, tetapi memintal warna biru atau ungu pada kain ''[[tallit]]''.<ref>Simmons, Rabbi Shraga. [http://judaism.about.com/library/3_askrabbi_o/bl_simmons_tallit.htm Tallit stripes], About.com's "Ask the Rabbi". Accessed April 3, 2006.</ref>
Pandangan bahwa warna biru dan putih merupakan warna nasional orang Yahudi pernah diutarakan sejak dulu oleh oleh [[Ludwig August Frankl]] (1810–1894); seorang penyair Yahudi Austria.<ref>Frankl, A. L. "Juda's Farben", in ''Ahnenbilder'' (Leipzig, 1864), p. 127</ref>
 
== Penafsiran warna ==
{| class="wikitable" style="width:50%; margin-left:auto; margin-right:auto;"
|-
! Corak
! Warna kain
|-
! style="background:#ffffff"|Putih
| Lambang cahaya, kejujuran, kesucian dan kedamaian.
|-
! style="background: #0038b8"| <span style="color:#ffffff"> Biru </span>
| Lambang kepercayaan, kesetiaan, hikmat, keyakinan diri, kepandaian, iman, kebenaran, dan langit/sorga.
|-
|}
 
== Kritik dari orang Arab Israel ==
Sejumlah politikus [[Arab Israel]], juga "High Follow-Up Committee for Arab Citizens of Israel", telah mengajukan permintaan untuk evaluasi ulang bendera Israel, dengan dasar bahwa "Bintang Daud" itu secara eksklusif hanya merupakan simbol orang Yahudi.<ref>{{cite web|title=The Future Vision of Palestinian Arabs in Israel|author=The National Committee for the Heads of the Arab Local Authorities in Israel|month=December|year=2006|url=http://www.mossawacenter.org/files/files/File/Reports/2006/Future%20Vision%20(English).pdf|format=PDF|accessdate=2009-10-08}}</ref>
 
Namun, pada kenyataannya banyak bangsa lain yang menggunakan lambang-lambang khusus dalam kaitan agama mereka sendiri. Misalnya, lambang-lambang [[Muslim]] pada bendera-bendera negara [[Aljazair]], [[Turki]], dan [[Pakistan]], dan lambang-lambang [[Kristen]] pada bendera-bendera negara [[Denmark]], [[Switzerland]], dan [[Inggris]].
[[File:Karamanid Dynasty flag.svg|thumb|180px|right|The flag of the Karamanid Turkish dynasty during the Middle Ages]] [[File:Moroccan 4 Falus Coin (AH 1290).jpg|thumb|Moroccan coin featuring the Seal of Solomon.]]
Lagipula, Bintang Daud bukan hanya simbol eksklusif orang Yahudi. Lambang ini pernah muncul dalam mata uang logam Muslim dan bendera [[Karamanid]] dan [[Jandarid]], dinasti Muslim di [[Turki]], maupun pada arsitektur Kristen, misalnya di [[Basilica of Santa Croce, Florence]], [[Italia]].
 
{{clear}}