Prasasti Kedukan Bukit: Perbedaan revisi

k
suntingan sebelumnya ngacau.
k (suntingan sebelumnya ngacau.)
Menurut [[George Cœdès]], siddhayatra berarti semacam “[[ramuan]] bertuah” (''potion magique''). Tetapi kata ini bisa pula diterjemahkan lain, yaitu menurut kamus Jawa Kuna [[Zoetmulder]] (1995): “sukses dalam perjalanan”. Dengan ini kalimat di atas ini bisa diubah: “Sri Baginda naik sampan untuk '''melakukan penyerangan''', sukses dalam perjalanannya.”
 
Dari prasasti Kedukan Bukit, didapatkan data-data sebagai berikut<ref>Damais, Louis-Charles, (1952), ''Etude d’Epigraphie Indonesienne III: Liste des Principales Datees de l’Indonesie'', BEFEO, tome 46.</ref>:jangan para sejarahwan. Dapunta Hyang berangkat dari Minanga dan menaklukan kawasan tempatCok ditemukannya prasasti ini (Sungai Musi, Sumatera Selatan).<ref>Soekmono, R., (2002), ''Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia 2'', Kanisius, ISBN 979-413-290-X</ref> Karena kesamaan bunyinya, ada yang berpendapat Minanga Tamwan adalah sama dengan [[Minangkabau]], yakni wilayah pegunungan di hulu sungai [[Batanghari]]. Ada juga berpendapat Minanga tidak sama dengan [[Malayu]], kedua kawasan itu ditaklukan oleh Dapunta Hyang, dimana penaklukan Malayu terjadi sebelum menaklukan Minanga dengan menganggap isi prasasti ini menceritakan penaklukan Minanga.<ref>Irfan, N.K.S., (1983), ''Kerajaan Sriwijaya: pusat pemerintahan dan perkembangannya'', Girimukti Pasaka</ref> Sementara Soekmono berpendapat Minanga Tamwan bermakna pertemuan dua sungai (''Tamwan'' berarti temuan), yakni [[sungai Kampar]] kanan dan sungai Kampar kiri di [[Riau]],<ref name="Soekmono">{{cite book | author= Drs. R. Soekmono,| title= ''Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2'', 2nd ed. | publisher = Penerbit Kanisius | year= 1973 5th reprint edition in 1988 | location =Yogyakarta| page =38| id= ISBN 979-4132290X}}</ref> yakni wilayah sekitar [[Candi Muara Takus]]. Kemudian ada yang berpendapat Minanga berubah tutur menjadi Binanga, sebuah kawasan yang terdapat pada sehiliran [[Sungai Barumun]] (provinsi [[Sumatera Utara]] sekarang).<ref>Muljana, Slamet, (2006), ''Sriwijaya'', PT. LKiS Pelangi Aksara, ISBN 978-979-8451-62-1</ref> Pendapat lain menduga armada yang dipimpin Jayanasa ini berasal dari luar [[Sumatera]], yakni dari Semenanjung Malaya.<ref>{{cite book |last=Coedes|first=George|title=The Indianized States of Southeast Asia|publisher= University of Hawaii Press|year=1996|location=|url= |doi= |pages= 82|id= ISBN 978-0-8248-0368-1}}</ref>Gatel
 
== Referensi ==
{{reflist}}Cok
 
== Bacaan selanjutnya ==
507

suntingan