Legen: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 19:
 
==Asal nama==
Kata legen ini berasal dari kata dasar ''legi'' (bahasa jawaJawa) yang artinya manis. Legen kebanyakan dibuat dari bunga pohon [[siwalan]] jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur. Sulur bunga ini dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya yang ditampung pada sebuah tabung yang biasanya terbuat dari potongan batang [[bambu]] satu ruas. Lama penyadapan ini biasanya semalam, pada sore hari tabung bambu ini (disebut ''bumbung'') diletakkan sebagai penampung, maka pada pagi harinya sudah memuat penuh satu tabung. Satu manggar bunga biasanya menghasilkan sekitar tiga hingga enam tabung legen.
 
Untuk mengurangi rasa asam, biasanya pada dasar ''bumbung'' ditaburi sedikit air kapur. Air legen ini dalam bahasa Indonesia disebut nila. Tapi nila ada juga yang dihasilkan dari manggar bunga [[kelapa]] atau dari manggar bunga pohon [[aren]], tapi secara khusus legen hanya dibuat dari pohon [[siwalan]]. Jenis pohon [[siwalan]] ada dua macam, yang satu bunganya manggar seperti kelapa dan menghasilkan buah yang disebut buah siwalan. Isinya seperti [[kolang-kaling]] yang empuk, kenyal dan manis. Sedang pohon jenis lainnya hanya berbunga berbentuk sulur dan khusus dimanfaatkan untuk disadap getahnya menjadi legen. Dua pohon jenis ini saling membutuhkan sehingga dapat berlangsung penyerbukan menghasilkan buah siwalan yang kelak dapat ditanam menjadi pohon serupa.