Bawang Merah Bawang Putih: Perbedaan revisi

271 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k (r2.7.3) (bot Menambah: ms:Bawang Putih Bawang Merah)
'''Bawang Merah Bawang Putih''' adalah [[dongeng]] populer [[Suku Jawa|Jawa]] [[Kebudayaan Indonesia|Indonesia]] yang berasal dari [[Yogyakarta]]. Kisah ini bercerita mengenai dua orang gadis cantik kakak beradik yang memiliki sifat dan perangai sangat berbeda lagi bertolak belakang, serta mengenai seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih. Dongeng ini memiliki tema dan pesan moral yang hampir sama dengan dongeng [[Cinderella]] dari Eropa.
 
--[[Istimewa:Kontribusi pengguna/180.247.113.230|180.247.113.230]] 28 Juli 2012 06.13 (UTC)--[[Istimewa:Kontribusi pengguna/180.247.113.230|180.247.113.230]] 28 Juli 2012 06.13 (UTC)''''Teks miring''''''''Teks tebal''''''''== Jalan cerita ==
== Jalan cerita ==
Alkisah di sebuah kampung, hiduplah seorang janda yang memiliki dua orang anak gadis yang cantik, '''Bawang Merah''' dan '''Bawang Putih'''. Ayah kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia. Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat dan perangai yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur dan baik hati. Sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan pendengki. Sifat buruk Bawang Merah kian menjadi-jadi akibat ibunya selalu memanjakannya. Sang janda selalu memenuhi semua permintaan dan tuntutan Bawang Merah. Selain itu semua pekerjaan di rumah selalu dilimpahkan kepada Bawang Putih. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, hampir semua pekerjaan rumah selalu dikerjakan oleh Bawang Putih seorang diri, sementara Bawang Merah dan Ibu Tiri selalu berdandan dan bermalas-malasan. Jika mereka memerlukan sesuatu, tinggal menyuruh-nyuruh Bawang Putih.
 
Karena sifat serakah dan tamak, Bawang Merah berusaha mengikuti apa yang dilakukan Bawang Putih. Dengan sengaja ia menghanyutkan kain milik ibunya, kemudian berjalan mengikuti arus sungai dan menanyai orang-orang yang ia temui. Akhirnya Bawang Merah tiba di gua tempat nenek itu tinggal. Tidak seperti Bawang Putih, Bawang Merah yang malas menolak membantu nenek itu. Ia bahkan dengan sombongnya memerintahkan nenek tua itu untuk menyerahkan labu besar itu. Maka nenek tua itu pun memberikan labu besar itu kepada Bawang Merah.
 
Dengan riang dan gembira Bawang Merah membawa pulang labu besar pemberian nenek tua itu. Telah terbayang dalam benaknya betapa banyak perhiasan, intan, dan permata yang akan ia miliki. Sang Ibu Tiri pun dengan gembira menyambut kepulangan putri kesayangannya itu. Tak sabar lagi mereka berdua memecahkan labu besar itu. Akan tetapi apakah yang terjadi? Bukannya perhiasan yang didapat, dari dalam labu itu keluar berbagai macam [[ular]] dan hewan berbisa. Mereka berdua lari ketakutan. Baik Ibu Tiri maupun Bawang Merah akhirnya menyadari sifat buruk dan ketamakan mereka. Mereka menyesali bahwa selama ini telah berbuat buruk kepada Bawang Putih dan memohon maaf pada Bawang Putih. Bawang Putih yang baik hati pun memaafkan mereka berdua.http://wikimediafoundation.org/wiki/Terms_of_Use<ref>{{cite web|url=http://www.indonesiastamps.com/Indonesia%20Folktales%202006.htm |title=Indonesian Folktales Series 2006 |publisher=Indonesia Stamps|date=2006|accessdate=2010-07-12}}</ref>
 
== Kebudayaan populer ==
Pengguna anonim