Buka menu utama

Perubahan

75 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| religion = [[Islam]]
}}
'''Teuku Nyak Arif''' adalah [[Pahlawan Nasional]] Indonesia. BeliauIa juga merupakan Residen/[[Gubernur Nanggröe Aceh Darussalam|gubernur Aceh]] yang pertama periode [[1945]]–[[1946]]. Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, saat [[Volksraad]] (parlemen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari [[Aceh]].<ref>{{cite web
|title=http://acehpedia.org/Teuku_Nyak_Arif
|url=http://acehpedia.org/Teuku_Nyak_Arif}}</ref>
::5. Teuku Mohd. Yusuf.
 
Teuku Nyak Arief bersekolah di Volksschool (Sekolah Rakyat) Kutaraja, beliauia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Raja [[Kweekschool]] di [[Bukit Tinggi]], dan kemudian Sekolah Pamongpraja [[OSVIA]] di [[Serang]] [[Banten]]. Sekolah ini khusus diadakan oleh [[Hindia-Belanda|Belanda]] untuk anak-anak [[Raja]] dan [[Bangsawan]] dari seluruh [[Indonesia]].
 
==Masa Pergerakan Nasional==
saja. Sangat gemar membaca terutama yang menyangkut [[politik]] dan [[pemerintahan]] serta
mendalami pengetahuan [[Agama]]. Oleh sebab itu tidak mengherankan kalau dalam usia
muda Beliauia telah giat dalam pergerakan.
 
BeliauIa diangkat menjadi ketua [[National Indische Partij]] cabang Kutaraja pada tahun [[1919]]. Setahun kemudian menggantikan Ayahnya sebagai [[Mukim (Aceh)|Panglima Sagi 26 Mukim]]. Kemudian di tahun [[1927]] BeliauIa diangkat menjadi anggota [[Parlemen|Dewan Rakyat]] [[Volksraad]] sampai dengan tahun [[1931]].
 
Teuku Nyak Arief merupakan salah seorang pendiri dan anggota dari '''Fraksi Nasional''' di Dewan Rakyat yang diketuai oleh [[Mohammad Husni Thamrin]]. Dalam berbagai kesempatan yang diperolehnya ini BeliauIa banyak memberikan sumbangan dalam bentuk perjuangan politik baik untuk kesejahteraan rakyat maupun kemerdekaan<ref>{{cite web
|title=Teuku Nyak Arif
|url=http://acehprov.go.id/images/stories/file/Pejuang/T%20Nyak%20Arief.pdf}}</ref>
Sejak tahun [[1932]] T. Nyak Arif memimpin gerakan dibawah tanah menentang penjajahan Belanda di Aceh.
 
Teuku Nyak Arif aktif dalam kegiatan-kegiatan peningkatan [[pendidikan]] di Aceh, beliauia bersama [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]] mendirikan [[Taman Siswa|Perguruan Taman Siswa]] di Kutaraja pada tanggal [[11 Juli]] [[1937]]. Dalam kepengurusan lembaga yang diprakarsai oleh [[Ki Hajar Dewantara]] ini, T. Nyak Arif menjadi sekretaris dengan ketuanya [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]].
 
Bersama Mr. T.M Hasan, beliau jugaia ikut mempelopori berdirinya organisasi '''[[bea siswa|Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh)]]''' yang bertujuan untuk membantu anak-anak Aceh yang cerdas tetapi tidak mampu untuk sekolah.
 
Pada tahun [[1939]] berdiri Persatuan Ulama Aceh, disingkat PUSA yang diketuai oleh [[Daud Beureu'eh|Teungku Daud Beureu'eh]]. Pemuda-pemuda PUSA mengadakan hubungan dengan [[Jepang]] di [[Malaysia|Malaya]]
 
==Masa Pendudukan Jepang==
Diakhir kekuasaan pemerintahan [[Hindia-Belanda|Hindia Belanda]] di Aceh (awal tahun [[1942]]), Teuku Nyak Arif menuntut untuk diserahkan kekuasaan/ pemerintahan kepada Beliaukepadanya, tetapi tidak dikabulkan oleh [[Residen|Residen Aceh]] J. Pauw, maka Nyak Arif pun memberontak kepada pemerintah Hindia Belanda. Kolonel Gosenson memerintahkan [[KNIL]]/[[Marsose]] untuk menyerang T. Nyak Arif, namun dapat dipukul mundur, walau dua kali berturut-turut kediamannya di [[Syiah Kuala, Banda Aceh|Lamnyong]] diserang dengan kekerasan. Peristiwa tersebut sekaligus menandai dimulainya penarikan Belanda dari [[Aceh Besar]].
 
[[Jepang]] mendarat di Aceh pada tanggal [[12 Maret]] [[1942]] di Ujong Batee, [[Balohan|Teluk Balohan]] [[Pulau Weh]] dan [[Kuala Bugak, Peureulak, Aceh Timur|Kuala Bugak]] [[Peureulak]] [[Aceh Timur]], disambut oleh rakyat dengan semangat persaudaraan
[[Taman Siswa]] dibubarkan oleh [[Gunseibu]], hal ini mengurangi simpati rakyat terhadap
Jepang. Kebencian rakyat semakin bertambah setelah Jepang memeras tenaga rakyat
untuk kepentingan proyek mereka, seperti membuat [[jalan raya]] [[Takengon]]-[[Blangkejeren, Gayo Lues|Blangkeujeren]], [[Benteng|kubu pertahanan]] Gunung Setan. [[Bandara|Lapangan Udara]] dan lain-lain. Akibatnya rakyat tidak mempunyai waktu untuk mengurus kepentingan pribadi, sehingga keadaan
[[Blangkejeren, Gayo Lues|Blangkeujeren]], [[Benteng|kubu pertahanan]] Gunung Setan. [[Bandara|Lapangan Udara]] dan lain-lain. Akibatnya
rakyat tidak mempunyai waktu untuk mengurus kepentingan pribadi, sehingga keadaan
[[Ekonomi#Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi|sosial-ekonomi]] mereka sangat menyedihkan.
Kemerosotan yang dialami oleh [[Angkatan Laut Kekaisaran Jepang|tentara Jepang]] dalam [[Perang Pasifik|perangPerang Asia Timur Raya]], mendorong pemerintah pendudukan mendirikan '''Atjeh Shu Sangi Kai''' (Dewan penasehat Daerah Aceh) pada tanggal [[17 November]] [[1943]] untuk menarik simpati para elit dan berbagai macam kelompok di Aceh. Badan semacam [[legislatif]] ini dipimpin Teuku Nyak Arief, beranggotakan 30 orang, anggotanya terdiri dari berbagai kelompok elit di Aceh. Setahun kemudian keanggotaan Shu Sangi Kai diperluas oleh Shu Tjokan (Residen Aceh) S. Iinoo.
mendorong pemerintah pendudukan mendirikan '''Atjeh Shu Sangi Kai''' (Dewan
penasehat Daerah Aceh) pada tanggal [[17 November]] [[1943]] untuk menarik simpati para elit
dan berbagai macam kelompok di Aceh. Badan semacam [[legislatif]] ini
dipimpin Teuku Nyak Arief, beranggotakan 30 orang, anggotanya terdiri
dari berbagai kelompok elit di Aceh. Setahun kemudian keanggotaan Shu Sangi Kai
diperluas oleh Shu Tjokan (Residen Aceh) S. Iinoo.
 
Sejalan dengan [[politik]] ingin mendekati rakyat dari berbagai golongan, maka pada bulan [[Juli]] [[1945]] para pembesar Jepang menghubungi tokoh-tokoh pemuda yang ada di Kutaraja. Dalam pertemuan itu pihak Jepang kembali menegaskan bahwa [[Dai Nippon]] pasti akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu mereka diminta untuk mengkoordinir pemuda-pemuda sehingga lahir suatu angkatan pemuda yang kuat di Aceh.
Sejalan dengan [[politik]] ingin mendekati rakyat dari berbagai golongan, maka pada
bulan [[Juli]] [[1945]] para pembesar Jepang menghubungi tokoh-tokoh pemuda yang ada di
Kutaraja. Dalam pertemuan itu pihak Jepang kembali menegaskan bahwa [[Dai Nippon]]
pasti akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu mereka
diminta untuk mengkoordinir pemuda-pemuda sehingga lahir suatu angkatan pemuda
yang kuat di Aceh.
 
Pada tanggal [[14 Agustus]] [[1945]] yang bertempat di Atjeh Bioscoop Kutaradja diadakan rapat pemuda yang dihadiri juga oleh unsur masyarakat. Suatu hal yang mengejutkan para pemuda, Syu Tjokan tidak hadir. Tidak diketahuinya Jepang telah [[Menyerahnya Jepang|menyerah kalah]] ditandai dengan tidak hadirnya Syu Tjokan pada rapat tersebut. Satu-satunya yang hadir dari
diadakan rapat pemuda yang dihadiri juga oleh unsur masyarakat. Suatu hal yang
mengejutkan para pemuda, Syu Tjokan tidak hadir. Tidak diketahuinya Jepang telah [[Menyerahnya Jepang|menyerah kalah]] ditandai dengan tidak hadirnya Syu Tjokan pada rapat tersebut. Satu-satunya yang hadir dari
pihak Jepang adalah Matsyubushi yang mengucapkan pidato singkat tanpa bersemangat.
Sedangkan di pihak pemuda telah menyampaikan pidatonya dengan membakar
Nyak Arief dan [[Teungku Muhammad Daud Beureueh]].
 
Rapat pemuda yang diadakan tepat pada hari menyerahnya Jepang kepada sekutu telah memberikan arti yang penting bagi para pemuda terutama yang berada di Kutaradja dan Aceh Besar. Mereka telah mendengar langsung pengarahan-pengarahan yang diberikan oleh para pemimpin mereka waktu itu. Setelah Indonesia merdeka para pemuda-pemuda tersebut mengorganisir dirinya dalam
Rapat pemuda yang diadakan tepat pada hari menyerahnya Jepang kepada
sekutu telah memberikan arti yang penting bagi para pemuda terutama yang berada di
Kutaradja dan Aceh Besar. Mereka telah mendengar langsung pengarahan-pengarahan
yang diberikan oleh para pemimpin mereka waktu itu. Setelah Indonesia merdeka para pemuda-pemuda tersebut mengorganisir dirinya dalam
satu barisan yang diberi nama Ikatan Pemuda Indonesia. <ref>{{cite web
|title=http://meukeutop.blogspot.com/2011/05/teuku-nyak-arief.html
Pada tanggal [[14 Agustus]] [[1945]] [[Menyerahnya Jepang|Jepang menyerah kepada sekutu tanpa syarat]].
[[Soekarno]] dan [[Hatta]] mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh Indonesia lainnya, untuk
mengadakan persiapan [[proklamasi kemerdekaan Indonesia]]. Sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan dipersiapkan dengan matang, maka pada tanggal [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|17 Agustus 1945]] di [[Jalan Pegangsaan Timur No. 56]] [[Jakarta]], tepatnya jam 10.00 pagi diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia keseluruh pelosok tanah air<ref>[http://sejarahkita.blogspot.com/2006/08/sekitar-proklamasi-5.html Sekitar Proklamasi 5 oleh Rushdy Hoesein]</ref>. Namun berita
mengadakan persiapan [[proklamasi kemerdekaan Indonesia]]. Sesuai
dengan rencana yang ditetapkan dan dipersiapkan dengan matang, maka pada tanggal
[[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|17 Agustus 1945]] di [[Jalan Pegangsaan Timur No. 56]] [[Jakarta]], tepatnya jam 10.00 pagi
diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia keseluruh pelosok tanah air<ref>[http://sejarahkita.blogspot.com/2006/08/sekitar-proklamasi-5.html Sekitar Proklamasi 5 oleh Rushdy Hoesein]</ref>. Namun berita
proklamasi ini terlambat beberapa hari diterima di Aceh<ref>[http://virtualaceh.com/artikel.php?artid=149&arttype=18 Berita Proklamasi Kemerdekaan di Aceh]</ref>.
 
air Indonesia.
 
Pemerintah Indonesia pada tanggal [[3 Oktober]] [[1945]] dengan surat ketetapan No. 1/X dari [[Gubernur Sumatera]] [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]] mengangkat Teuku Nyak Arief sebagai [[Gubernur Aceh|Residen Aceh]]. <ref>{{cite web|title=http://indonesiaindonesia.com/f/4370-pahlawan-nasional-teuku-nyak-arif/|url=http://indonesiaindonesia.com/f/4370-pahlawan-nasional-teuku-nyak-arif/}}</ref>
|title=http://indonesiaindonesia.com/f/4370-pahlawan-nasional-teuku-nyak-arif/
|url=http://indonesiaindonesia.com/f/4370-pahlawan-nasional-teuku-nyak-arif/}}</ref>
 
==Perang Cumbok==
Laskar Ulama (Mujahiddin) yang di dipimpin Husein Al Mujahid mempunyai ambisi untuk menggantikan residen Nyak Arif, dan mendapat dukungan dari TPR (Tentara Perlawanan Rakyat).
 
Teuku Nyak Arief di tangkap pada [[Januari]] [[1946]] oleh TPR. Penangkapan terhadap Teuku Nyak Arief dilakukan pada saat beliau dalam keadaan sakit. Teuku Nyak Arief membiarkan dirinya untuk ditawan oleh laskar Mujahidin dan tentara perlawanan rakyat(TPR), dan meminta pasukan yang menjaganya untuk tidak memberi perlawanan. <ref>{{cite web|title=http://www.biografitokohdunia.com/2011/07/biografi-teuku-nyak-arief.html|url=http://www.biografitokohdunia.com/2011/07/biografi-teuku-nyak-arief.html}}</ref> Kemudian ia dibawa ke Takengon dan ditahan di sana.
|title=http://www.biografitokohdunia.com/2011/07/biografi-teuku-nyak-arief.html
|url=http://www.biografitokohdunia.com/2011/07/biografi-teuku-nyak-arief.html}}</ref>
Kemudian beliau dibawa ke Takengon dan ditahan disana.
 
==Mangkat==
Dalam keadaan sakit Teuku Nyak Arief masih memikirkan tawanan lainnya dan keadaan rakyat Aceh pada umumnya. T. Nyak Arif meninggal pada tanggal [[4 Mei]] [[1946]] di [[Takengon]]. BeliauIa sempat berpesan kepada keluarganya: "''Jangan menaruh dendam, karena kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segala-galanya''".<ref>{{cite web|title=http://meukeutop.blogspot.com/2011/05/teuku-nyak-arief.html|url=http://meukeutop.blogspot.com/2011/05/teuku-nyak-arief.html}}</ref>
Dalam keadaan sakit Teuku Nyak Arief masih memikirkan tawanan lainnya
dan keadaan rakyat Aceh pada umumnya. T. Nyak Arif meninggal pada tanggal [[4 Mei]] [[1946]] di [[Takengon]]. Beliau sempat berpesan kepada keluarganya: "''Jangan menaruh dendam, karena kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segala-galanya''".<ref>{{cite web
|title=http://meukeutop.blogspot.com/2011/05/teuku-nyak-arief.html
|url=http://meukeutop.blogspot.com/2011/05/teuku-nyak-arief.html}}</ref>
 
Jenazah BeliauJenazahnya dibawa ke Kutaraja dan dikebumikan di tanah pemakaman keluarga di [[Lamreung, Darul Imarah, Aceh Besar|Lamreung]], dua kilometer dari Lamnyong.
 
==Penghargaan==