Jambu monyet: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
k (r2.7.1) (bot Mengubah: sa:भल्लातकः)
Dari kacang mete juga dapat diekstrak [[minyak]] yang berkualitas tinggi. Hasil sampingnya, yakni kulit biji, dimanfaatkan untuk pakan unggas. Sejenis minyak juga dihasilkan dari cangkang buah mete (CNSL, ''cashew nut shell liquid''), yang dipakai dalam industri dan juga sebagai bahan untuk mengawetkan [[kayu]] atau [[jala]].<ref name="verheij">{{aut|van Eijnatten, C.L.M. 1991.}} [http://www.proseanet.org/prosea/e-prosea_detail.php?frt=&id=1468 ''Anacardium occidentale'' L.] dalam {{aut|Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel}} (eds.) 1997. ''Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan''. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2 Hal. 61-64</ref>
 
Buah semu jambu monyet kadang-kadang juga dijual di pasar buah. Buah ini agak disenangi orang oleh karena rasanya yang asam segar, akan tetapi sering pula tercampur rasa sepat<ref name="heyne"/>. Rasa manis dari buah jambu monyet ini memungkinkan untuk dikembangkan sebagai sirup atau di[[fermentasi]] untuk mendapatkan jenis minuman beralkohol. Anggur (sari buah yang agak terfermentasi) dari jambu mede dinikmati pada masa panen, dan dapat di[[distilasi]] untuk dijadikan minuman berkandungan [[alkohol]] tinggi<ref name="verheij"/>. Buah semu yang tak terolah di wilayah-wilayah produksinya dimanfaatkan sebagai pakan [[ternak]].
 
Daun-daun muda jambu monyet disukai sebagai [[lalap]], mentah atau dimasak. Daun yang tua dimanfaatkan sebagai obat penyakit [[kulit]], untuk mengatasi ruam-ruam pada kulit. Semua bagian pohonnya juga dapat dimanfaatkan dalam ramuan obat tradisional, terutama untuk menyembuhkan sakit kulit; untuk pembersih mulut; dan untuk obat [[pencahar]] (purgativa)<ref name="verheij"/>.
Pengguna anonim