Bahasa Jawa Semarang: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  9 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-frase +frasa)
k (+minor adj)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-frase +frasa))
* Contoh lain: " kuwi ugo" (itu juga) dalam dialek Semarang menjadi "kuwi barang" ("barang" diucapkan sampai sengau memakai huruf h "bharhang").
 
Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frasefrasa, misalnya ''Lampu abang ijo'' ([[lampu lalu lintas]]) menjadi "Bang-Jo", ''Limang rupiah'' (5 rupiah) menjadi "mang-pi", ''[[kebun binatang]]'' menjadi "Bon-bin", seratus (100) menjadi "nyatus", dan sebagainya. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat", dsb.
 
Namun ada juga kalimat-kalimat yang disingkat, contohnya; "Kau lho pak mu Nadri" artinya "Itu lho pamanmu dari Wanadri". "Arep numpak Kijang kol" artinya akan menumpang omprengan. Zaman dulu kendaraan omprengan biasa menggunakan mobil merk "Colt", disebut "kol" maka setelah diganti "Toyota Kijang" menjadi Kijang-kol. Apa lacur kini ada yang menjadi "mercy-kol".
692.563

suntingan