Buka menu utama

Perubahan

2.143 bita dihapus, 7 tahun yang lalu
Teknologi 3G terbagi menjadi [[GSM]] dan [[CDMA]]. [[Teknologi]] 3G sering disebut dengan mobile broadband karena keunggulannya sebagai [[modem]] untuk [[internet]] yang dapat dibawa ke mana saja. Perkembangan teknologi 3G secara komersial dimulai pada [[Oktober]], [[2001]], ketika NTTDoCoMo dari Jepang dengan teknologi [[W-CDMA]] menjual produknya untuk pertama kali secara terbatas. Kemudian disusul oleh [[SK Telecom]], Korea Selatan pada tahun 2002 dengan teknologi 1xEV-DO, diikuti oleh KTF dari Korea Selatan dengan teknologi EV-DO. Keberhasilan layanan 3 G di kedua negara ini disebabkan oleh faktor dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
 
Di Eropa, dipelopori oleh British Telecom dan Telenor dengan teknologi W-CDMA pada [[Desember]] [[2001]]. Di Amerika Serika jaringan 3G dipelopori oleh Monet Mobile Networks dengan teknologi CDMA20001xEV-DO, diikuti oleh Verizon Wireless pada tahun [[2003]]. Di Australia jaringan 3G komersial pertama kali diperkenalkan oleh Hutchinson Telecommunication dengan nama Three pada bulan maret [[2003]]. Pada bulan [[Desember]] [[2007]] jaringan 3G telah dioperasikan di 40 negara dan 154 jaringan HSDPA telah beroperasi di 71 negara, dan 200 juta pelanggan telah terhubung melalui jaringan 3G.
 
Perkembangan teknologi [[3G]] mengharuskan pengaturan [[spektrum]] secara global, melalui penyediaan pita (band) yang lebih luas. Adanya teknologi 3G sebagai hasil pengembangan teknologi generasi kedua, yaitu hasil perkembangan evolusioner, yang masih menggunakan perangkat jaringan [[2G]] yang diperluas dan hasil perkembangan [[revolusioner]] yang memerlukan jaringan dan alokasi [[frekuensi]] yang sama sekali baru. Secara evolusioner, IMT-2000 telah menerapkan dua macam evolusi ke 3G, yakni dari 2G CDMA standard IS-95 (cdmaOne) ke IMT-SC (cdma2000) dan dari 2G TDMA standars (GSM/IS-136) ke IMT-SC (EDGE). Secara revolusioner, IMT-2000 membangun alokasi spektrum yang baru terkait tuntutan saluran yang makin luas.
 
==== Salah Paham Akan 3G ====
Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G dalam masyarakat umum:
# Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
# Layanan 3G berada pada [[frekuensi]] 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).
 
==== Kelebihan dan kekurangan 3G ====
Pengguna anonim