Buka menu utama

Perubahan

8 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
 
===Metode Folosofis===
Sebagai filsuf sekaligus dramawan, dia tidak memisahkan aktivitas itu, malah drama merupakan salah satu cara terbaik dalam mengungkapkan gagasan pikirannya sekaligus langsung berdampak pada orang banyak.<ref name="Sweetman"/> Dia menyebutnya "kehidupan memanjat ke pemikiran", di mana yang utama adalah hidup itu sendiri yang kemudian dipikirkan.<ref name="Sweetman"> Dengan menekankan kaitan antara realitas dan pemikiran, maka dia menolak rasionalisme dan empirisme yang selama ini mendominasi filsafat modern. Dia bertolak dari cara eksistesialisme, warisan atau pengaruh dari Kierkegaard, Heidegger dan Jasper.<ref name="Sweetman"/> Eksistensi adalah seluruk kompleks yang meliputi semua faktor konkret, hal ini dari peristiwa hidup yang digumuli secara pribadi oleh Marcel. Ekstensi tidak lebih penting dari esensi atau obyektifitas, dan hal ini dapat dialami dan bermakna ketika manusia memiliki relasi dengan manusia lain.<ref name="Bertens"/> Peralihan itu memiliki 3 fase; ''admiration'' atau kekaguman, ''reflexion'' atau perenungan dan ''exploration'' atau eksplorasi.<ref name="Sweetman"/>
 
Marcel menyatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian, melainkan harus bersama manusia-manusia lainnya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia juga memiliki kebebasan yang bersifat [[otonomi|otonom]].<ref name="Harun"></ref> Otonomi inilah yang membuat manusia dapat melakukan pilihan, yaitu mengatakan "ya" atau "tidak" terhadap segala sesuatu yang dihadapinya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia harus juga terbuka terhadap orang lain.<ref name="Harun"></ref> Jika tidak, manusia akan menjadi terasing, bukan saja dari sesamanya, tetapi dari dirinya sendiri.<ref name="Harun"></ref>
 
Kekaguman kepada apa yang ada pada diri kita, kemudian kita refleksikan apa yang kita kagumi. Fase kekaguman meliputi dua hal; 1. abstrak, analistis, obyektif, universal, dapat diverifikasi, dan 2. tidak memikirkan logika, namun dialog, tidak memikirkan obyek namun persona.<ref name="Sweetman"/> tahap ini dapat menguak Ada namun juga tetap tersembunyi. fase yang ketiga adalah eksplorasi yang melampaui pemikiran aktif, di sinilah kita menemukan yang ekspisit. Hal ini oleh Roger Troisfontaines disebut sebagai psikoanalisa ontologis.<ref name="Sweetman"/>
 
==Ada dan Mempunyai==
 
==Problem dan Misteri==
Problem berasal dari bahasa Yunani "''pros''" artinya di depan, dan "''ballo''" adalah melemparkan, jadi problem adalah sesuatu yang diperhadapkan kepada kita di depan. Problem berasal dari luar diri kita, sendangkan misteri berasal dari dalam diri kita.<ref name="Bertens"/> Problem bisa dipecahkan dengan logika, namun misteri tidak pernah diajukan secara [[obyektif]] sehingga tidak bisa dipecahkan.<ref name="Bertens"/> Namun misteri bukan tidak bisa dimengerti sama sekali, namun melampaui pemikiran manusia karena bukan kegelapannya melainkan karena cahayanya yang mengagumkan. [[Misteri]] melibatkan diri dalam setiap hidup, namun bukan untuk dipecahkan melainkah untuk dialami dan dipercaya, hal ini bukan hanya dalam keagamaan.<ref name="Sweetman"/> Maka prolem bisa dikatakan diliputi suasana "mempunyai" sedangkan misteri diliputi oleh "Ada" Hal selanjutnya adalah mengenai [[teori]] tentang [[tubuh]], kehadiran dan "Engkau [[Absolut]]" yang lebih bersifat misteri.<ref name="Sweetman"/>
 
'''Engkau Absolut''' berbicara mengenai [[Allah]]. Melalui relasi dengan orang lain, bagi Marcel dapat menghantarkan kita kepada kehadiran dari "Yang Lain" atau Tuhan.<ref name="Sweetman"/> Di sinilah maka kepercayaan, iman, dan harapan tidak memerlukan pembuktian sistematis maupun [[Akal budi|logika]] yang [[empirisme|empiris]].<ref name="Sweetman"/>{{en}}Brendan Sweetman., ''The vision of Gabriel Marcel: epistemology, human person, the transcendent'', New York: Edition Rodopi B.V, 2008</ref>
 
== Referensi ==
843

suntingan