Pendeta: Perbedaan revisi

755 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (bot kosmetik perubahan)
'''Pendeta''' ([[Aksara Dewanagari|Dewanagari]]: [[wikt:पण्डित#Sanskrit|पण्डित]], ''paṇḍit'') adalah sebutan bagi pemimpin agama. Kata ''pendeta'' berasal dari kata '''''Pandita''''' (bahasa [[Sansekerta]]), yang berarti [[brahmana]] atau [[guru]] agama Hindu atau Buddha.
 
Dalam agama Kristen, pendeta adalah seorang [[pengajar umum]] dalam [[jemaat]].<ref name="Wismoady">S. Wismoady Wahono, P.D. Latuihamalo, F. Ukur. 1984. Tabah Melangkah STT ke 50. Jakarta: STT Jakarta. Hlm.148-149.</ref> Ia memiliki kewajiban untuk menentukan suasana dalam jemaat sehingga jemaat dapat lebih giat memenuhi panggilannya sebagai sebuah [[persekutuan]] yang [[belajar-mengajar]].<ref name="Wismoady"/> Selain itu, pendeta juga merupakan seorang [[pengajar khusus]], dimana ia harus melibatkan diri secara langsung sebagai seorang pengajar.<ref name="Wismoady"/> Terdapat tiga wadah dimana pendeta dapat secara langsung mengajar, yaitu pada kelas [[Katekhisasi]], kelas [[pendidikan teologi]] jemaat, dan [[mimbar]].<ref name="Wismoady"/>
 
Di Indonesia, saat ini istilah pendeta secara khusus digunakan untuk sebutan pemimpin agama-agama [[Kristen Protestan]], [[Hindu]] atau [[Buddha]]. Secara umum, istilah ini kadang-kadang juga dapat digunakan untuk [[Konghucu]].
 
Di Minangkabau, ulama Islam pernah disebut pendeta, seperti yang terekam dalam novel Marah Roesli, Siti Noerbaja :”tatkala dilihat oleh pendeta itu akan hal…..”<ref>[http://yohannesang.wordpress.com/2009/12/04/pendeta-boksu-dominee/ Pendeta Boksu Domine]</ref>
 
 
 
Padanan istilah pendeta untuk agama [[Islam]] adalah [[ustadz]], untuk [[Katolik|Kristen Katolik]] adalah [[pastor]], sedangkan untuk [[Buddha]] adalah [[biksu]] (bahasa Hokkian: "boksu").
534

suntingan