Buka menu utama

Perubahan

164 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
{{Infobox Military Conflict
|conflict= Perang Teluk
|image=[[Berkas:USAF F-16A F-15C F-15E Desert Storm pic.jpg|288px|Pesawat tempur AS melintasi kilang minyak yang terbakar.]]
|caption=Pesawat tempur AS melintasi kilang minyak yang terbakar.
|date=[[2 Agustus]] [[1990]]199 – [[28 Februari]] [[1991]]1991Teluk Persia
|place=[[Teluk Persia]]
|casus=Invasi [[Irak]] ke [[Kuwait]].
|result=Kemenangan mutlak koalisi,{{br}}pembebasan Kuwait.
Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan [[Iran]] dalam [[perang Iran-Irak]]. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta [[Uni Emirat Arab]] yang dianggap [[Saddam Hussein]] sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas [[Ladang Minyak Rumeyla]] sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan [[Inggris]] dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan [[Usmaniyah]] [[Turki]].
 
Akibat invasi ini, [[Arab Saudi]] meminta bantuan [[Amerika Serikat]] tanggal [[7 Agustus]] [[1990]]. Sebelumnya [[Dewan Keamanan PBB]] menjatuhkan embargo ekonomi pada [[6 Agustus]] [[1990]].
 
Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara [[Bangsa Arab|Arab]] kecuali [[Syria]], [[Libya]] dan [[Yordania]] serta [[Palestina]]. Kemudian datang pula bantuan militer [[Eropa]] khususnya Eropa Barat ([[Inggris]], [[Perancis]] dan [[Jerman Barat]]), serta beberapa negara di kawasan [[Asia]]. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal [[Norman Schwarzkopf]] serta Jenderal [[Collin Powell]]. Pasukan negara-negara [[Bangsa Arab|Arab]] dipimpin oleh Letjen. [[Khalid bin Sultan]].
Pengguna anonim