Abul Hasan Asy-Syadzili: Perbedaan revisi

105 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
Sebagian besar sumber yang berbicara tentang sejarah Asy-Syadzili sepakat bahwa dia lahir di negeri [[Maghreb]] pada tahun 593 H (1197 M), di sebuah desa yang bernama [[Ghumarah]], dekat kota [[Sabtah]] (sekarang kota Ceuta, [[eksklave]] [[Spanyol]] di Afrika Utara). Dia tumbuh di desa ini. Dia menghapal [[Al-Quran]] Al-Karim dan mulai mempelajari ilmu [[syariat]]. Kemudian dia pergi ke kota [[Tunis]] ketika masih sangat muda. Dia tinggal di sebuah desa yang bernama Syadzilah. Oleh karena itu, dia dinisbatkan kepada desa tersebut meskipun dia tidak berasal dari sana, sebagaimana dikatakan oleh penulis al-Qamus. Ada juga yang mengatakan bahwa dia dinisbatkan kepada desa tersebut karena dia tekun beribadah di sana.<ref name="Jejak-jejak Wali Allah"/>
 
== Ciri-ciri fisikpribadi ==
 
Kulit Asy -Syadzili berkulit sawo matang, badanyaberbadan kurus, perawakannya tinggi, pipinya tipis, jari-jari kedua tangannya panjang, seakan-akan dia adalah orang [[Hijaz]],dan lidahnya fasih danserta perkataannya manisbaik.<ref name="Jejak-jejak Wali Allah"/> Penampilannya menarik. Dia tidak terlalu membatasi diri dalam makan dan minum. Dia selalu mengenakan pakaian yang indah setiap kali memasuki masjid. TidakDia tidak pernah sekalipun dia terlihat memakai baju-baju yang penuh tambalanbertambalan sebagaimana yang dipakai oleh sebagian [[sufi]], bahkan dia selalu berhias denganmengenakan pakaian bagus. Dia menyukai kuda, memliharanyamemelihara, dan menungganginya selayaknya penunggang kuda. Dia selalu menasihatkan untuk bersikap moderat.<ref name="Jejak-jejak Wali Allah"/>
 
== Referensi ==
24.069

suntingan