Lolicon: Perbedaan revisi

11 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Lolicon''' ([[bahasa Jepang]]: ロリコン; gabungan kata dari ''Lolita complex''). Dalam bahasa aslinya Lolicon memiliki makna seseorang yang mempunyai obsesi pada anak-anak dibawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas yang disebut [[Lolita]] (kerap kali hanya disebut loli saja). Obsesi seperti yang dinyatakan pada tulisan sebelumnya dapat bermakna obsesi yang tidak berhubungan dengan sexualitas.
 
Istilah "Lolicon" sering digunakan oleh [[otaku]] dalam ruang lingkup Anime, Manga dan Game. Lolicon dipercaya oleh beberapa orang sebagai salah satu klasifikasi dari [[otaku]] karena kebanyakan otaku menyukai karakter berwajah denganseperti anak-anak.
 
Karena ruang lingkup penggunaan istilah ini di luar bahasa aslinya hanya dipergunakan pada komunitas Otaku maka istilah Lolicon mengalami perubahan makna menjadi lebih sempit menjadi obsesi kepada objek visual yang imut-imut, bersifat [[moe]] dan amat manis. Dimana Lolicon sendiri diakui secara umum berbeda dengan pengertian [[pedofilia]].
Pada etimologi makna aslinya Lolicon tidak diragukan lagi bermakna hampir sama dengan [[pedofilia]]. Yang membedakan adalah Lolicon lebih mengarah kepada kecintaan kepada benda-benda atau objek loli, sedangkan pedofilia merupakan satu bentuk kelainan seksual yang termasuk [[parafilia]].
===Secara General===
Hukum telah diterapkan untuk mengkriminalisasi "gambar cabul anak-anak, tidak peduli bagaimana mereka dibuat," untuk mencegah penyalahgunaanpenyalahgunaannya. SebuahTerdapat sebuah argumen bahwa gambar tidak senonoh yang menggambarkan anak-anak fiksi sebagai objek seks, memberikan kontribusi untuk pelecehan seksual terhadap anak-anak.
 
Argumen ini telah dibantah oleh klaim bahwa tidak ada dasar ilmiah untuk koneksi itu, dan ekspresi seksual yang membatasiterbatas dalam gambar atau animasi game dan video sebenarnya dapat meningkatkanmenurunkan tingkat kriminalitas seksual dengan menghilangkan outlet tidak berbahaya untuk keinginan yang bisa memotivasi kejahatan. Hal ini dicontohkan dalam kasus yang melibatkan seorang pria dari Virginia yang pada saat penangkapan menegaskan bahwa setelah melihat loli di perpustakaan umum, ia berhenti mengumpulkan pornografi anak nyata dan beralih ke loli.
 
Argumen ini telah dibantah oleh klaim bahwa tidak ada dasar ilmiah untuk koneksi itu, dan ekspresi seksual yang membatasi dalam gambar atau animasi game dan video sebenarnya dapat meningkatkan tingkat kriminalitas seksual dengan menghilangkan outlet tidak berbahaya untuk keinginan yang bisa memotivasi kejahatan. Hal ini dicontohkan dalam kasus yang melibatkan seorang pria dari Virginia yang pada saat penangkapan menegaskan bahwa setelah melihat loli di perpustakaan umum, ia berhenti mengumpulkan pornografi anak nyata dan beralih ke loli.
===Pengertian yang salah===
beberapa pendapat negatif terutama dari pihak yang tidak memahami perbedaan antara Lolicon dan Pedofilia menyatakan bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Bahkan dinyatakan orang yang menyukai loli memiiki kepastian akan menuju ke arah pedofilia. Kritikus budaya Hiroki Azuma mengatakan bahwa sangat sedikit pembaca manga loli yang melakukan kejahatan. Dalam budaya otaku, Lolicon adalah "bentuk paling nyaman dari pemberontakan" terhadap masyarakat.
185

suntingan