Baung: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Kenrick95Bot (bicara | kontrib)
k Bot: Penggantian teks otomatis (-terkadang +kadang-kadang)
Omar.zaharah (bicara | kontrib)
Baris 28:
[[Berkas:Mystu_plani 080519 9402 ckoep.jpg|thumb|left|180px|Kepala baung kuning yang masih kecil. Darmaga, Bogor]]
Marga ''Hemibagrus'' pada mulanya dianggap satu dengan marga ''[[Mystus]]'' (ikan-ikan keting atau lundu), atau yang sebelumnya dikenal sebagai ''Macrones''. Marga ini dipisahkan, salah satunya ialah karena anggotanya yang dewasa umumnya memiliki tubuh yang berukuran besar.<ref name=chrysops>{{cite journal|url=http://rmbr.nus.edu.sg/rbz/biblio/47/47rbz045-057.pdf|title=Morphological and Genetic Descriptions of a New Species of Catfish, ''Hemibagrus chrysops'', from Sarawak, East Malaysia, with an Assessment of Phylogenetic Relationships (Teleostei: Bagridae|journal=The Raffles Bulletin of Zoology|first=Heok Hee|last=Ng|coauthors=Dodson, Julian J.|year=1999|volume=47|issue=1|pages=45-57|format=[[PDF]]}}</ref> Sejenis baung dari [[Indocina]] bagian tengah, ''[[Hemibagrus wyckioides|H. wyckioides]]'', diketahui sebagai jenis baung terbesar yang dapat mencapai bobot tubuh 80&nbsp;[[kilogram|kg]].<ref name=indocina/> Bertubuh agak mirip dengan [[lele]], ikan-ikan baung memiliki kepala yang memipih agak mendatar, dengan bagian tulang [[tengkorak]] yang kasar di atas kepala tak tertutupi oleh kulit, dan [[sirip lemak]] yang berukuran sedang berada di belakang sirip punggung (''dorsal'').<ref name=chrysops/> Baung bertubuh licin tanpa sisik di tubuhnya; dan serupa dengan [[lundu]] dan [[patin]], baung memiliki tiga duri yang berbisa (patil), yakni pada sepasang sirip dadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggungnya.
 
== Sifat Biologis ==
Baung adalah ikan air tawar yang dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai ke bagian hulu. Bahkan di Sungai Musi (Sumatera Selatan), baung ditemukan sampai ke muara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk.
 
Baung bersifat noktural. Artinya, aktivitas kegiatan hidupnya (mencari makan, dll) lebih banyak dilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, baung termasuk ikan pemakan segala (omnivora). Namun ada juga yang menggolongkannya sebagai ikan carnivora, karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil (Arsyad, 1973). Pakan baung antara lain ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, insekta, molusca, dan rumput.<ref name=agromedia>Khairuman, SP. dan Khairul Amri, S.Pi, M.Si. [http://www.agromedia.net ''Buku Pintar Budi Daya 15 Ikan Konsumsi. AgroMedia Pustaka. Jakarta, 2008.'']</ref>
 
== Pemanfaatan ==