Buka menu utama

Perubahan

44 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
k
kat
 
Sampai pada tahun 1950-an, cukong masih digunakan sebagai kata untuk merujuk bos atau majikan, namun setelah 1960-an, cukong kemudian mulai mendapat konotasi negatif karena sering dirujuk kepada pengusaha-pengusaha dari suku tertentu terutama suku Tionghoa-Indonesia. Konotasi negatif ini kemudian menjadi-jadi setelah pemerintah [[Orde Baru]] menciptakan opini publik bahwa pengusaha Tionghoa mayoritas terlibat dalam praktek kolusi, korupsi dan nepotisme dalam perbisnisan mereka.
 
[[Kategori:Bisnis]]
[[Kategori:Pengusaha]]
24.185

suntingan