Buka menu utama

Perubahan

1 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
Ketika [[Rahwana]] hendak memberikan hukuman mati kepada Hanoman, [[Wibisana]] membela Hanoman agar hukumannya diringankan, mengingat Hanoman adalah seorang utusan. Kemudian Rahwana menjatuhkan hukuman agar ekor Hanoman dibakar. Melihat hal itu, [[Sita]] berdo'a agar api yang membakar ekor Hanoman menjadi sejuk. Karena do'a [[Sita]] kepada Dewa [[Agni]] terkabul, api yang membakar ekor Hanoman menjadi sejuk. Lalu ia memberontak dan melepaskan Brahma Astra yang mengikat dirinya. Dengan ekor menyala-nyala seperti obor, ia membakar kota [[Alengka]]. Kota Alengka pun menjadi lautan api. Setelah menimbulkan kebakaran besar, ia menceburkan diri ke laut agar api di ekornya padam. Penghuni surga memuji keberanian Hanoman dan berkata bahwa selain kediaman Sita, kota Alengka dilalap api.
 
Dengan membawa kabar gembira, Hanoman menghadap [[Rama]] dan menceritakan keadaan Sita. Setelah itu, Rama menyiapkan pasukan [[wanara]] untuk menggempur Alengka.
 
== Pertempuran besar ==
Pengguna anonim