Bahasa Sunda Brebes: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  10 tahun yang lalu
k
bot kosmetik perubahan
k (bot kosmetik perubahan)
Penutur [[bahasa Sunda]] di [[Kabupaten Brebes]] selalu menggunakan [[bahasa Sunda]] sebagai bahasa pengantar sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat setempat. Di dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual beli di pasar, ceramah agama di [[masjid]], dan upacara adat (pernikahan, [[khitanan]], syukuran, sedekah bumi), [[bahasa Sunda]] selalu digunakan sebagai bahasa pengantar. Meskipun begitu, [[bahasa Sunda]] di [[Kabupaten Brebes]] hanya digunakan dalam ragam [[lisan]], bukan dalam ragam tulis dan sampai saat ini bahasa tersebut masih dipelihara dengan baik oleh masyarakat penuturnya.
 
Kebiasaan yang menarik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kecamatan [[Losari, Brebes|Losari]], [[Banjarharjo, Brebes|Banjarharjo]], dan beberapa kecamatan di daerah [[Brebes]] selatan adalah adanya kecenderungan masyarakat dalam melakukan hampir seluruh aktivitasnya, seperti bersekolah, berobat, berbelanja, atau keperluan lain lebih cenderung melakukannya ke Kecamatan [[Ciledug, Cirebon|Ciledug]], yakni kecamatan yang ada di sebelah timur [[Kabupaten Cirebon]] daripada ke kota [[Brebes]] itu sendiri. Hal ini disebabkan karena lebih mudahnya mendapatkan sarana transportasi ke arah [[Ciledug, Cirebon|Ciledug]] daripada ke [[Brebes]] juga dipengaruhi oleh faktor masyarakat yang sebahasa yang menjadikan mudahnya berkomunikasi dan ikatan satu bahasa.
 
== Karakteristik ==
254.415

suntingan