Buka menu utama

Perubahan

59 bita ditambahkan, 9 tahun yang lalu
subjudul Sejarah selesai, selesai jugalah penerjemahan artikel ini, dedicated to Atom
Karya Hoyle menjelaskan bagaimana kelimpahan unsur-unsur bertambah seiring waktu galaksi yang semakin menua. Secara bergantian, gambaran Hoyle diperluas pada tahun 1960-an oleh sumbangsih kreatif dari [[William A. Fowler]], [[Alastair G. W. Cameron]], dan [[Donald D. Clayton]], dan kemudian oleh yang lainnya. [[B²FH|Makalah tinjauan 1957 kreatif]] oleh [[Margaret Burbidge]], [[Geoffrey Burbidge]], Fowler, dan Hoyle (lihatlah daftar [[Nukleosintesis#referensi]]) adalah ikhtisar terkenal tentang keadaan cabang ilmu ini pada 1957. Makalah itu mendefinisikan proses-proses baru untuk mengubah satu inti berat menjadi yang lain di dalam sebuah bintang tunggal, proses-proses itu dapat didokumenkan oleh para astronom.
 
Big Bang sendiri diajukan pada tahun 1931, jauh sebelum periode ini, oleh [[Georges Lemaître]], seorang fisikawan Belgia dan merupakan pendeta Katolik Roma, yang menganjurkan bahwa alam semesta meluas seiring waktu bergerak maju adalah berarti alam semesta juga mengerut seiring waktu bergerak mundur, dan akan terus berlaku demikian sampai alam semesta tidak dapat mengerut lagi, menggiring semua massa alam semesta ke dalam satu titik tunggal, "primeval atom", pada satu titik waktu sebelum ruang dan waktu nihil. Hoyle kemudian memberikan model Lemaître, istilah ejekan untuk Big Bang, tidak menyatakan bahwa model Lemaître diperlukan untuk menjelaskan keujudan deuterium dan nuklida-nuklida di antara helium dan karbon, juga jumlah yang banyak secara mendasar dari keujudan helium tidak hanya di dalam bintang, tetapi juga di dalam gas antarbintang. Ketika itu terjadi, model Lemaître dan model Hoyle tentang nukleosintesis pastilah diperlukan untuk menjelaskan kelimpahan unsur di alam semesta.
<!--
[[ImageBerkas:SolarSystemAbundances.jpg|thumb|center|800px|AbundancesKelimpahan ofunsur thekimia chemicaldi elementsdalam inTata the Solar systemSurya.]]
PARAGRAF 5
 
The Big Bang itself had been proposed in 1931, long before this period, by [[Georges Lemaître]], a Belgian physicist and Roman Catholic priest, who suggested that the evident expansion of the Universe in forward time required that the Universe contracted backwards in time, and would continue to do so until it could contract no further, bringing all the mass of the Universe into a single point, a "primeval atom", at a point in time before which time and space did not exist. Hoyle later gave Lemaître's model the derisive term of Big Bang, not realizing that Lemaître's model was needed to explain the existence of deuterium and nuclides between helium and carbon, as well as the fundamentally high amount of helium present not only in stars, but also in interstellar gas. As it happened, both Lemaître and Hoyle's models of nucleosynthesis would be needed to explain elemental abundance in the universe.
[[Image:SolarSystemAbundances.jpg|thumb|center|800px|Abundances of the chemical elements in the Solar system.]]
-->
 
== Proses ==
14.136

suntingan