Dokumen Gilchrist: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
(+iw)
Pertama kali keberadaan dokumen ini diumumkan oleh [[Soebandrio]], Menteri Luar Negeri Indonesia sewaktu dalam perjalanan ke Kairo, Mesir, setibanya di Kairo, Kedutaan AS berusaha agar mendapatkan foto salinan dokumen tersebut dan Kedutaan AS di Kairo menyimpulkan bahwa dokumen tersebut dinyatakan sebagai palsu, dan "Dokumen Gilchrist" kemudian disebut sebagai sebuah pemalsuan dalam pemerintahan AS. Diskusi internal di administrasi AS yang mengikuti di balik pemalsuan tersebut dan saat itu Soebandrio merangkap jabatan sebagai kepala ''Biro Pusat Intelijen (BPI)'', yang membawahkan kesatuan intel di tiga angkatan, kepolisian negara, kejaksaan serta intelijen Hankam.<ref>{{cite book | first= | last=British Broadcasting Corporation. Monitoring Service | coauthors= | title=Summary of world broadcasts, Part 3 | publisher=Monitoring Service of the British Broadcasting Corp | year=1966 | isbn= }}</ref>
== Teks dari dokumen ==
=== Bahasa asli ===
Berikut ini adalah teks dari dokumen sebagai direproduksi dalam semi-koleksi dokumen resmi:<ref name="Dinuth"> Alex Dinuth "Dokumen Terpilih Sekitar G30S/PKI" (''Selected Documents Related to the G30S/PKI'') Intermasa, Jakarta 1997 ISBN 979-8960-34-3 </ref> <br><br>
 
=== Bahasa asli ===
I discussed with the American Ambassador the questions set out in your No.:67786/65. The Ambassador agreed in principal [''sic''] with our position but asked for time to investigate certain aspects of the matter.<br>
To my question on the possible influence of Bunker's visit, to Jakarta, the Ambassador state [''sic''] that he saw no reason for changing our joint plans. On the contrary, the visit of the US. President's personal envoy would give us more time to prepare the operation the utmost detail [''sic'']. The Ambassador felt that further measures were necessary to bring our efforts into closer alignment. In this connection, he said that it would be useful to impress again on our local army friends that extreme care discipline [''sic''] and coordination of action were essential for the success of our enterprise.<br>
Pengguna anonim