Sudisman: Perbedaan revisi

38 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
{{rapikan}}
'''Sudisman''' (lahir di [[Jember]], [[1920]] - Wafat -) adalah pejuang yang telah melewati pasang-surut revolusi Indonesia dengan berani itu. Sudisman di hukum mati karena di tuduh terlibat dalam [[Gerakan 30 September]].
 
== Masa Kecilkecil ==
 
== Masa Kecil ==
Sudisman adalah pejuang yang telah melewati pasang-surut [[revolusi]] [[Indonesia]] dengan berani itu dilahirkan di Jember, 1920. Sejak mudanya, ia telah berlaku berani menempuh hidup: sebagaimana Sayuti Melok menempelkan Ijazah AMS-nya (SMA) pada blek untuk jual dendeng, demikianlah pula Sudisman, begitu tamat HBS Surabaya tanpa ragu bersumpah di depan seorang gurunya bahwa ia tak akan menggunakan ijazah kolonial itu untuk mencari makan. Ia pun lantas terlibat dalam pengorganisiran [[buruh]].
 
== Karier Politikpolitik ==
Sudisman juga dikenal sebagai organisator yang jitu dan cerdik. Seorang [[jurnalis]]Soeryono (1927-2000), yang pernah bekerja di Penghela Rakyat di [[Magelang]] dan juga anggota Pesindo menjuluki Sudisman sebagai “the King Maker” yaitu [[Amir Syarifuddin]] dan [[DN Aidit]]. Ia juga seorang intelektual yang tekun dan teliti begitulah minimal di mata Joesoef Ishak dan Joesoef pun mengenalnya sebagai orang yang rajin membawa catatan ke mana-mana, dan kebiasaannya tak lain dari mencatat apa-apa yang dikatakan lawan bicaranya. Ia tak ubahnya sebagai “kamus berjalan” yang bisa dimintai bantuannya bila seseorang lupa atau tak mampu mengingat-ingat suatu hal penting yang ingin dikemukakan.
 
Sejak sebelum pecah perang kemerdekaan 1945, dia aktif di Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia) bersama Amir Syarifuddin, Moh. Yamin,Wikana, A.K.Gani Pada masa Jepang, pada Januari 1943, Sudisman bersama Amir Syarifuddin dan 53 kawannya pun ditangkap. Menurut AM Hanafi, Sekretaris Jendral Barisan Pemuda GERINDO sejak masa di zaman Belanda dan masa pendudukan Jepang, Sudisman adalah Ketua Barisan Pemuda GERINDO Cabang Surabaya. Di penjara di Sragen. Kemudian bebas. Adalah pemuda Sidik Arselan, anggota Pemuda GERINDO, bekas PETA, dengan sepasukan Pemuda P.R.I. (yang ketuanya adalah Sumarsono) yang mendatangi penjara Sragen itu. Selain telah membebaskan Amir Sjarifudin dan Sudisman, mereka juga telah membebaskan semua tahanan lainnya yang ada di situ. Sudisman, menurut AM Hanafi juga, adalah anggota PKI, kadernya Pamudji yang dibunuh Jepang di penjara Sragen. Dari penilainan Hanafi, Sudisman adalah seorang yang tahu menghormati kaum Sukarnois. Karena itu sebagai pejuang Sudisman dikenal sebagai seorang nasionalis yang militan.
 
== Pranala luar ==
*{{id}} [http://endik.seniman.web.id/2009/06/segera-terbit.html Tokoh Tokoh Terkait
 
[[Kategori:Tokoh Komunis Indonesia]]
[[Kategori:Kelahiran 1920]]
112.688

suntingan