Harry Tjan Silalahi: Perbedaan revisi

21 bita dihapus ,  12 tahun yang lalu
 
 
Setelah [[Pemilu 1971]], Harry tidak lagi giat di dunia kepartaian. Ia memilih kegiatan di [[Centre for Strategic and International Studies (Indonesia)|Centre for Strategic and International Studies]] dan Yayasan Pendidikan Trisakti. Di yayasan Trisakti, awalnya Harry mengetuai bidang kemasyarakatan sebelum akhirnya menjadi ketua yayasan Trisakti. Belakangan ia terpilih menjadi anggota [[Dewan Pertimbangan Agung]] (DPA) dan menjabat direktur CSIS. Di CSIS, Harry bersama kawan-kawan lulusan Kasebul lainnyakawannya seperti Benny Moerdani, Sofyan Wanandi, Jusuf Wanandi, Pang Lay Kim mempengaruhi hampir semua kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Orde Baru.
 
== Mendapat marga Silalahi ==
152

suntingan