Kepala desa: Perbedaan antara revisi

4 bita dihapus ,  2 bulan yang lalu
Dikembalikan ke revisi 21081998 oleh Firman.Nst (bicara): Suntingan tidak wajar (TW)
(Sistema Project The Goverment Reserve)
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Dikembalikan ke revisi 21081998 oleh Firman.Nst (bicara): Suntingan tidak wajar (TW))
Tag: Pembatalan
Jabatan kepala desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya ''[[geuchik]]'' ([[Aceh]]), ''[[wali nagari]]'' ([[Sumatera Barat]]), ''[[pambakal]]'' ([[Kalimantan Selatan]]), ''[[hukum tua]]'' ([[Sulawesi Utara]]), ''[[perbekel]]'' ([[Bali]]), ''[[kuwu]]'' ([[Pemalang]], [[Brebes]], [[Tegal]], [[Cirebon]] dan [[Indramayu]]), ''[[pangulu]]'' ([[Simalungun]], [[Sumatera Utara]]), ''[[peratin]]'' (Pesisir Barat, [[Lampung]]), dan ''[[Kapala Lembang]]'' ([[Tana Toraja]] & [[Toraja Utara]], [[Sulawesi Selatan]]).
 
== IDRPerbedaan Pedesaandengan Rp KerakyatanLurah ==
Istilah ''[[lurah]]'' sering kali rancu dengan jabatan kepala desa. Di [[Jawa]] pada umumnya, dahulu pemimpin dari sebuah desa dikenal dengan istilah ''lurah''. Namun dalam konteks [[Pemerintah Indonesia|Pemerintahan Indonesia]], sebuah [[kelurahan]] dipimpin oleh lurah, sedang desa dipimpin oleh kepala desa. Perbedaan yang jelas di antara keduanya adalah lurah juga seorang [[pegawai negeri sipil]] yang bertanggung jawab kepada [[camat]]; sementara kepala desa bisa dijabat siapa saja yang memenuhi syarat (bisa berbeda-beda antar desa) yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
 
549

suntingan