Chairuddin Ismail: Perbedaan antara revisi

51 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
|religion =
}}
[[Jenderal Polisi]] (Purn.) '''Chairuddin Ismail''' ({{lahirmati||27|12|1947}}) adalah pensiunan perwira Polri. Ia pernah menjadi Pejabat Sementara [[KapolriKepala Kepolisian Negara Republik Indonesia]] (PJs Kapolri) menggantikan Jenderal [[Suroyo Bimantoro]], dan pernah menjadi tim sukses pasangan capres [[Jusuf Kalla]]-[[Wiranto]].
 
== Polemik kisruh di tubuh Polri ==
Pada masa kepemimpinan [[Suroyo Bimantoro]] terjadi polemik kekisruhan di tubuh Polri. Presiden dan para pendukungnya memang belakangan sukses membujuk [[parlemen]] agar menerima pengangkatan Bimantoro, meski dengan syarat.{{fact}} Tetapi belakangan, muncul [[ironi]] baru: Presiden mengulangi kekeliruan dengan "memecat" Bimantoro dan mengangkat Chairuddin tanpa persetujuan parlemen.{{fact}} Dan situasi berbalik, Bimantoro menjadi salah satu [[Pion (catur)|pion]] [[Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia|DPR]] dalam perang politiknya melawan Presiden.{{fact}} Bagaimanapun, masa [[bulan madu]] antara Bimantoro dan Presiden memang hanya sebentar. Baru satu bulan menjadi Kapolri, Bimantoro sudah berseberangan pikiran dengan Presiden.{{fact}} Mereka berbeda dalam penanganan gerakan Papua Merdeka. Presiden Gus Dur memperbolehkan pengibaran [[Bendera Bintang Kejora]], simbol [[Organisasi Papua Merdeka]], sedangkan Bimantoro tegas tidak menoleransinya.{{fact}} Perbedaan pendapat itulah yang menurut Kepala Badan Hubungan Masyarakat [[Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia|Mabes Polri]] menjadi awal mula kerenggangan hubungan antara Polri dan Istana.
Pengguna anonim