Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Indonesia: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
k
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
| routes = 1
| ridership =
| routenumber = 3990, 39943994F (muatan pulp, NRU - X6)<br />3991A, 3995A3995F-A (muatan pulp, X6 - THN)<br />3992A, 3996A3996F-A (muatan kosong, THN - X6)<br />3993, 39973997F (muatan kosong, X6 - NRU)
| linenumber =
| open =
| character = KA rute dari Niru membawa isi bubur kertas/pulp, sementara KA rute dari Tarahan membawa muatan kosong
| depot = '''Lokomotif:''' <br />Kertapati (KPT)<br />'''Gerbong:''' <br /> Rejosari (RJS)
| stock = [[CC202]]/[[CC204]]
| linelength = 350 km
| tracklength =
Frekuensi kereta api pulp adalah 4 kali dengan relasi [[Stasiun Niru|Niru]]-[[Stasiun Tarahan|Tarahan]] pergi-pulang (pp) per hari, baik reguler maupun fakultatif.
Namun dengan alasan adanya perbedaan alur penomoran KA dari arah [[stasiun Tanjung Karang|Tanjung Karang]] dan [[stasiun Kertapati|Kertapati]] yang menyebabkan terjadinya persilangan KA sesama nomor ganjil/genap dengan arah berbeda, sehingga sangat berpotensi menyebabkan kebingungan [[PPKA]] [[stasiun]] pada jalur Simpang X5 - [[Stasiun Niru]] yang melayani perjalanan KA dari arah [[stasiun Tanjung Karang|Tanjung Karang]] dan [[stasiun Kertapati|Kertapati]]. Sehingga sejak Gapeka 2015 ditetapkan penomoran parsial perjalanan KA pulp dengan perubahan ganjil ke genap atau sebaliknya terjadi di simpang X6 sebagai berikut,<ref>PPK No. 8 Divre III Sumsel-Lampung KAI</ref> dan mulai Gapeka 2021, alur penomoran KA ini kembali berubah:
* 3990 dan 39943994F ([[Stasiun Niru|Niru]] - Simpang X6) membawa [[pulp]]/bubur kertas.
* 3991A dan 3995A3995F-A (Simpang X6 - [[Stasiun Tarahan|Tarahan]]) membawa [[pulp]]/bubur kertas.
* 3992A dan 3996A3996F-A ([[Stasiun Tarahan|Tarahan]] - Simpang X6) muatan kosong.
* 3993 dan 39973997A (Simpang X6 - [[Stasiun Niru|Niru]]) muatan kosong,
 
Jika dilihat sesuai rencana awal dari PT TEL, setiap satu rangkaian kereta api pulp ini selalu menggunakan dua lokomotif [[CC203]] milik PT TEL sendiri yang kini ber-''livery'' hijau yang khas, karena lokomotif [[CC203]] yang dimiliki PT TEL sering kali diforsir pada awal pengoperasiannya, maka lokomotif tersebut sering terjadi kerusakan.
 
Karena [[CC203]] kurang andal dalam menarik barang, sehingga harus selalu digunakan skema traksi ganda, selain itu setelah [[CC203]] milik PT TEL sering mengalami gangguan, maka lokomotif [[CC202]] dan [[CC204]] secara bergantian berdinas kereta api pulp ini untuk membantu mengurangi frekuensi dinas yang dilakukan lokomotif [[CC203]] sebelumnya. Selain itu karena lokomotif [[CC202]] dan [[CC204]] lebih handal dalam menarik barang, sehingga cukup digunakan traksi tunggal yang berarti lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar. Namun sejak berlakunya Gapeka 2019, lokomotif CC204 resmi dijadikan penarik tetap KA ini, dikarenakan CC203 milik PT.TEL sudah tidak dioperasikan lagi. Sedangkan, lokomotif CC202 hanya menjadi cadangan saja.
 
Perjalanan kereta api pulp pada saat ini hanya menggunakan gerbong tertutup (GT) kapasitas 50 ton produksi PT INKA produksi tahun 2000, 2009 dan 2018 saja, dikarenakan kereta api ini kini tidak lagi mengangkut kayu gelondongan. Dahulu saat kereta api ini juga mengangkut kayu gelondongan, muatan kayu ditampung di gerbong terbuka (GB) "perahu" eks [[kereta api batu bara rangkaian panjang|babaranjang]], ataupun menggunakan gerbong datar (GD) 50 ton yang telah dimodifikasi oleh Balai Yasa Lahat (BY LT). Akan tetapi semua GB "perahu" saat ini telah dimutasi seluruhnya ke Depo Gerbong Simpang untuk dinasan [[Kereta api batu bara Kertapati|KA Barapati]].