Kucica hutan: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Perbaikan kesalahan pengetikan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Adnan Chaldun (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 19:
'''Kucica Hutan (Copsychus malabaricus)''' juga dikenal sebagai Murai Batu Termasuk ke dalam famili [[Muscicapidae]] atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau [[Sumatra]], [[Semenanjung Malaysia]], dan sebagian pulau [[Jawa]]. Beberapa pakar menganggap ras dari Kalimantan Utara [[Murai alis putih]] (Copsychus malabaricus stricklandii) sebagai spesies tersendiri.
 
Di habitat aslinya Kucica Hutan cenderung memilih hutan alam yang rapat atau hutan sekunder. Kucica Hutan merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses). Burung Kucica Hutan memiliki suara kicauan yang bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas nyanyian nyanyanyiannya yang sangat indah pada tahun 1947 (''The Best Song Birds – Delacour, 1947''). Burung Kucica Hutan merupakan kelompok burung yang di gemaridigemari di kalangan para pecinta kicauan karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik.
 
Untuk daerah [[Sumatra]] khususnya, banyak sekali di temukanditemukan burung jenis Kucica Hutan, seperti ''burung Kucica Hutan [[Kabupaten Aceh Barat|aceh]], burung Kucica Hutan [[Medan Kota, Medan|medan]], burung murai nias dan Kucica Hutan [[lampung]]''.
 
Penyebaran burung Kucica Hutan di Pulau Jawa saat ini sangat terbatas dan hanya di temukanditemukan di beberapa tempat yang berhutan, seperti di tempat-tempat konservasi atau tempat wisata alam contohnya seperti [[Taman Nasional Ujung Kulon]] dan [[Taman Nasional Meru Betiri]] dan Hutan [[Wisata Pananjung Pangandaran]].
 
== Ciri morfologis ==