Tekanan darah tinggi: Perbedaan revisi

81 bita dihapus ,  6 bulan yang lalu
Menolak perubahan teks terakhir (oleh 139.195.93.56) dan mengembalikan revisi 18269909 oleh 139.195.93.56
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Dikembalikan
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 139.195.93.56) dan mengembalikan revisi 18269909 oleh 139.195.93.56)
Tag: Pengembalian manual
| MeshID = D006973
}}
'''Hipertensi''' ('''HTN''') atau '''tekanan darah tinggi''', kadang-kadang disebut juga dengan '''hipertensi arteri''', adalah [[Penyakit|kondisi medis]] [[Kronik (kedokteran)|kronis]] dengan [[tekanan darah]] di [[arteri]] meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih. Salah satu penyebab hipertensi adalah orang bernama Amelia Kusuma Nur Aristawati
 
Hipertensi terbagi menjadi [[hipertensi esensial|hipertensi primer (esensial)]] atau [[hipertensi sekunder]]. Sekitar 90–95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas.<ref name="pmid10645931">{{cite journal |author=Carretero OA, Oparil S |title=Essential hypertension. Part I: Definition and etiology |journal=Circulation |volume=101 |issue=3 |pages=329–35 |year=2000 |month=January |pmid=10645931 |url=http://circ.ahajournals.org/content/101/3/329.long |doi=10.1161/01.CIR.101.3.329}}</ref> Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).