Chappy Hakim: Perbedaan revisi

2.361 bita ditambahkan ,  25 hari yang lalu
k
 
== Karier ==
 
*=== Gubernur AAU (1997) - 1999 ===
 
==== Ciri khas ====
Chappy ditunjuk sebagai Gubernur [[Akademi Angkatan Udara]] sejak 12 Agustus 1997 sampai dengan 27 April 1999 dengan pangkat [[Marsekal Muda]]. Ia adalah gubernur yang memiliki beberapa ciri khusus, seperti selalu menanyakan pelbagai hal dan harus dengan penjelasan logis, walaupun hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun di [[Akademi Angkatan Udara|AAU]]. Ciri khas lainnya, beliau mewajibkan setiap karbol untuk membaca minimal dua buku per minggu dan membuat ringkasan mengenai keduanya. Tujuan beliau melakukan itu antara lain agar para [[karbol]], bisa memiliki pengetahuan yang luas, ketika nantinya menjadi pemimpin paham dan mengerti apa yang harus dilakukan dan tidak hanya sekedar melaksanakan perintah saja. Dengan memahami maknanya, maka itu akan tertanam secara mendalam di setiap insan [[TNI AU]], dan tidak akan pernah melupakannya. Semasa menjadi Gubernur, ia juga selalu mendorong para [[karbol]] untuk mencari ilmu sebanyak-banyak sehingga nanti bisa bermanfaat untuk karir dan masa depan mereka.{{Sfn|Bachtiar|2018|p=66 - 69}}
 
==== Cita-cita dan Moto ====
Menjadi Gubernur adalah cita-citanya sejak lama, bahkan sejak ia menjabat sebagai [[Pangkalan Udara Sulaiman]], dengan pangkat [[Kolonel]]. Dengan menjadi Gubernur, ia bisa membentuk dan mempersiapkan para kader perwira dan pemimpin masa depan [[TNI AU]]. Ketika menjabat, moto yang dibuatnya adalah "Disiplin, Bersih, Tepat Waktu". Dimana moto itu memiliki arti sebagai berikut. Setiap karbol atau airman harus memiliki disiplin yang tinggi dalam menjalan tugasnya, mengingat semua [[Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara]] adalah hasil dari teknologi tinggi yang memiliki prosedur ketat dan tidak bisa ditolerir. Airman juga harus menjaga kebersihan dimanapun ia berada dan bertugas, mengingat dengan lingkungan yang kotor maka membahayakan diri sendiri dan [[Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara|alutsistanya]]. Dalam istilah TNI AU ini disebut dengan KOBA, Kerusakan Oleh Benda Asing. Yang terakhir, Airman juga harus tepat waktu. Hal ini mengingat bahwa [[Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara|alutsistanya]] memiliki kecepatan tinggi. Dengan keterlambatan sepersekian detik saja, maka tujuannya akan sangat jauh berbeda sehingga tidak tercapai apa yang sudah direncanakan.{{Sfn|Bachtiar|2018|p=72}}
 
=== KASAU 2002 - 2005 ===
* Komandan Lanud Sulaiman Bandung (1995)
* Direktur Operasi dan Latihan (Diropslat) TNI AU (1996)
* Gubernur AAU (1997)
* Asisten Personalia (Aspers) Kasau (1999)
* Komjen Akademi TNI (2000)
7.418

suntingan