Chappy Hakim: Perbedaan revisi

345 bita ditambahkan ,  27 hari yang lalu
k
 
== Masa Kecil dan Pendidikan ==
Chappy adalah anak kedua dari tujuh bersaudara, anakputra-putri dari pasangan Abdul Hakim dan Zubainar, yang dilahirkan pada 17 Desember 1947 di [[Yogyakarta]]. Keinginannya untuk menjadi pilot telah tumbuh sejak ia berusia 3 tahun, yang dilontarkannya ketika ia mendengar suara pesawat di angkasa, dimana pada saat itu ia sedang membuang hajat di pispot. Ketika ia mendengar suara deru pesawat itu, ia langsung pergi ke luar rumah sembari membawa pispotnya dan menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang pilot kepada ayahnya, Abdul Hakim.{{Sfn|Bachtiar|2018|p=1 - 3}}
 
Kakak Chappy bernama Bachrul Hakim, sedangkan adik-adiknya bernama Rusman Julius Hakim, Alan Hakim, Thursana Hakim, Budiman Hakim dan Nurmayulies Hakim. Chappy dan Bachrul, dilahirkan di [[Yogyakarta]], sedangkan anak-anak lainnya dilahirkan di Jakarta. Berdua bersama kedua orang tuanya, mereka pernah ikut berjalan kaki dan naik kereta api dari [[Yogyakarta]] ke ibukota [[Jakarta]], pada peristiwa penyerahan kedaulatan RI tahun 1949. Bahrul dan Chappy memiliki beda usia yang tidak terlampau jauh, sehingga mereka cukup dekat dan memiliki nama panggilan "Aol" dan "Capi".{{Sfn|Bachtiar|2018|p=1 - 3}}
 
==== Peristiwa Bawean ====
Peristiwa Bawean adalah peristiwa yang terjadi pada hari Kamis, 3 Juli 2003 di daerah udara kedaulatan Indonesia, tepatnya di atas [[Pulau Bawean]], sebuah pulau yang berlokasi di [[Laut Jawa]], kurang lebih berjarak 80 [[Mil laut|Mil]] atau 120 [[Kilometer|Km]] arah Utara dari [[Gresik]], [[Jawa Timur]]. Peristiwa bermula ketika ada [[Armada Ketujuh Amerika Serikat]], yang salah satunya berupa [[Kapal induk kelas Nimitz]], [[USS Carl Vinson]] yang sedang berlayar dari arah Barat ke Timur bersama dua kapal [[Fregat]] dan sebuah [[Kapal perusak]] [[Angkatan Laut Amerika Serikat]]. Ketika berada di perairan [[Alur Laut Kepulauan Indonesia]], 5 pesawat tempur jenis [[F/A-18 Hornet]] [[Angkatan Laut Amerika Serikat]], terbang dan melakukan manuver yang cukup membahayakan penerbangan sipil, [[Green 63]], dan terlihat secara visual oleh awak pesawat [[Boeing 737-200]] [[Bouraq Indonesia Airlines]] yang sedang menuju [[Surabaya]], sekitar pukul 15:00 WIB, yang kemudian dilaporkan ke [[Pemandu lalu lintas udara]] [[Bali]], yang kemudian diteruskan kepada [[Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia]]. Di lain pihak, [[TNI AU]] juga menangkap pergerakan pesawat-pesawat [[AL AS]] tersebut.{{Sfn|Bachtiar|2018|p=xix - xx}}{{Sfn|Hakim|2018|p=305 - 311}}<ref>{{Cite news|date=04 Juli 2003|title=Lima Pesawat F-18 AS Bermanuver di Bawean|work=KOMPAS|access-date=09 April 2021}}</ref><ref>{{Cite news|date=07 Juli 2003|title=Perang Elektronika di Kawasan Bawean: Beberapa manuver dalam perang elektronika antara F-16 TNI AU dengan F-18 Hornet AL AS|work=KOMPAS|access-date=09 April 2021}}</ref>
* Pa Skuadron 2 Halim Perdanakusuma (1973)
* Penerbang VIP Kepresidenan
7.418

suntingan