Hayam Wuruk: Perbedaan revisi

552 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Suntingan 175.158.42.153 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh 110.138.151.61)
Tag: Pengembalian
[[Berkas:Mahkota Ulun Umbul (foto dokumen BaleBandung.com).jpg|jmpl|280px|Mahkota Ulun Umbul yang diduga merupakan mahkota Hayam Wuruk yang ditemukan di Kampung Leuwidulang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, [[Provinsi Pasundan|Tatar Pasundan]]. Selain itu terdapat juga sebuah tongkat bermotif burung Galudra (Garuda). Artefak tersebut kini tersimpan di lemari kaca ruang Kepala Sekolah SMA Pasundan Majalaya.]]
 
'''Hayam Wuruk''' (lahir 1334, meninggal 1389) adalah raja keempat [[Kerajaan Majapahit|Majapahit]] yang memerintah tahun [[1350]]-[[1389]], bergelar '''Maharaja Sri Rajasanagara'''. Di bawah pemerintahannya, [[Kerajaan Majapahit]] mencapai puncak kejayaannya.<ref name=Coedes>{{Cite book
| last = Cœdès
| first = George
| isbn =9780824803681 }}</ref>
 
== Silsilah Hayam Wuruk ==
Nama ''Hayam Wuruk'' artinya "ayam yang terpelajar". Ia adalah putra pasangan [[Tribhuwana Tunggadewi]] dan(penguasa ketiga Majapahit) dengan Sri Kertawardhana alias Cakradhara. Ibunya adalah putri [[Raden Wijaya]] pendiri [[Majapahit]], sedangkan ayahnya adalahberkedudukan rajasebagai bawahanpenguasa diTumapel [[Singhasari]](''Bhatara bergelari Tumapel'' atau ''Bhre Tumapel'''<ref>lihat bagian Tata pemerintahan pada artikel Majapahit</ref>) atau kawasan Malang sekarang.
 
Hayam Wuruk dilahirkan tahun [[1334]]. Peristiwadan menurut kitab [[Kakawin Nagarakretagama|Desawarnana]] (Negarakretagama) peristiwa kelahirannya diawaliditandai dengan [[gempa bumi]] di "Pabanyu Pindah" dan meletusnyaletusan [[Gunung Kelud]]. Pada tahun itu pula [[Gajah Mada]] mengucapkan [[Sumpah Palapa]].
 
Hayam Wuruk memiliki adik perempuan bernama '''Dyah Nertaja''' alias(kelak menjadi '''Bhre Pajang'''), dan adik angkat perempuan bernama '''Indudewi''' alias '''(Bhre Lasem'''), yaitu putri [[Rajadewi]], adik ibunya. [[Permaisuri]] Hayam Wuruk bernama Sri Sudewi bergelar Paduka Sori, yang adalah putri dari Wijayarajasa (Bhre Wengker). Paduka Sori adalah saudara sepupu Hayam Wuruk, anak tiri Rajadewi. Dari pasangan ini lahir [[Kusumawardhani]] yang menikah dengan [[Wikramawardhana]], putra Bhre Pajang. Hayam Wuruk juga memiliki putra dari selir yang menjabat sebagai Bhre Wirabhumi, yang menikah dengan Nagarawardhani, putri Bhre Lasem.
[[Permaisuri]] Hayam Wuruk bernama '''Sri Sudewi''' bergelar '''Paduka Sori putri Wijayarajasa Bhre Wengker'''. Paduka Sori adalah saudara sepupu Hayam Wuruk, anak tiri Rajadewi. Dari perkawinan itu lahir [[Kusumawardhani]] yang menikah dengan [[Wikramawardhana]] putra Bhre Pajang. Hayam Wuruk juga memiliki putra dari selir yang menjabat sebagai [[Bhre Wirabhumi]], yang menikah dengan '''Nagarawardhani''' putri Bhre Lasem.
 
== Masa pemerintahan Hayam Wuruk ==
[[Berkas:Rajasa Dynasty.svg|jmpl|ka|280px |Diagram silsilah [[Wangsa Rajasa]], keluarga kerajaan [[Singhasari]] dan [[Majapahit]]]]
Sumber sepak terjang Hayam Wuruk dalam pemerintahannya diceritakan dalam kitab Desawarnana, suatu kitab yang didedikasikan untuk menghormatinya.
Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit menaklukkan [[Kerajaan Pasai]] dan [[Kerajaan Aru|Aru]] (kemudian bernama [[Kesultanan Deli|Deli]], di era pemerintahan Hayam Wuruk menyimpan polemik dalam pengangkatannya sebagai Raja. Hal itu dikarenakan Hayam Wuruk menjadi Raja Majapahit untuk menggantikan ibunya ('''Tribhuwana Tunggadewi''') yang menjadi Wali Kerajaan/Makamanggalya, dikarenakan status ibunya sebagai Ratu Majapahit telah habis. Habisnya status tersebut dikarenakan '''Gayatri''' (sebagai pemegang status kekuasaan yang sah) telah meninggal)
 
Hayam Wuruk naik tahta dalam usia relatif muda, 17 tahun, menggantikan ibundanya, Tribhuwana Tunggadewi. Tribhuwana menyerahkan kekuasaan kepada anaknya itu karena sebenarnya ia memerintah "mewakili" Gayatri, kakaknya yang memilih menjalani hidup sebagai pendeta. Ketika Gayatri meninggal, Tribhuwana menyatakan tidak lagi berkuasa.
 
Hayam Wuruk dalam pemerintahannya banyak dibantu oleh patih andalannya, [[Gajah Mada]]. Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit melakukan politik ekspansi untuk menjamin kekuatannya di bidang perdagangan lewat laut, sekaligus sebagai pelaksanaan sumpah yang dinyatakan oleh patih Gajah Mada. Majapahit menaklukkan [[Kerajaan Pasai]] dan [[Kerajaan Aru|Aru]] (kemudian bernama [[Kesultanan Deli|Deli]]).
 
=== Versi Pertama ===
Tahun [[1351]], Hayam Wuruk hendak menikahi puteri Raja [[Kerajaan Galuh|Galuh]]/Pajajaran (di Jawa Barat), ''[[Dyah Pitaloka Citraresmi]]''. Pajajaran setuju asal bukan maksud Majapahit untuk merebut kerajaan Galuh. Ketika dalam perjalanan menuju upacara pernikahan, Gajah Mada mendesak kerajaan Galuh untuk menyerahkan puteri sebagai upeti dan tunduk kepada Majapahit. Kerajaan Galuh menolak, akhirnya pecah pertempuran, [[Perang Bubat]]. Dalam peristiwa menyedihkan ini seluruh rombongan kerajaan Galuh tewas, dan dalam beberapa tahun Galuh menjadi wilayah Majapahit.{{butuh rujukan}}
30.799

suntingan