Kota Pekanbaru: Perbedaan revisi

56 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
sesuai ref di tubuh artikel
k (Suntingan 115.178.196.28 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Medelam)
Tag: Pengembalian
(sesuai ref di tubuh artikel)
|koordinat = {{Coord|0.513408|101.447026}}
}}
'''Kota Pekanbaru''' ([[Jawi]]: كوتا ڤكنبارو) adalah [[ibu kota]] dan kota terbesar di Provinsi [[Riau]], [[Indonesia]]. Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatra,<ref name="Kompas">{{cite book|last=|first=|authorlink=|coauthors=|editor=|others=|title=Profil daerah kabupaten dan kota|url=|edition=|year=2001|publisher=Penerbit Buku Kompas|location=|id=ISBN 979-709-054-X|doi =|pages= }}</ref> dan termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi.<ref>Darmawati, (2008), ''Determinasi Registrasi Penduduk di Kota Pekanbaru'', Teroka Riau, Vol. VIII, No. 2, hlm. 61-71.</ref> Kota ini berawal dari sebuah [[Pakan (pasar)|pasar (''pekan'')]] yang didirikan oleh para [[Saudagar Minangkabau|pedagang Minangkabau]] di tepi [[Sungai Siak]] pada abad ke-18. Hari jadi kota ini ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Kota Pekanbaru tumbuh pesat dengan berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan [[minyak bumi]], serta pelaksanaan [[otonomi daerah]].
 
Pekanbaru mempunyai satu [[bandar udara internasional]], yaitu [[Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II]] dan terminal bus antar kota dan antar provinsi Bandar Raya Payung Sekaki, serta dua pelabuhan di [[Sungai Siak]], yaitu Pelita Pantai dan Sungai Duku. Saat ini Kota Pekanbaru sedang berkembang pesat menjadi kota dagang yang multi-[[etnik]], keberagaman ini telah menjadi modal sosial dalam mencapai kepentingan bersama untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakatnya.<ref>Zaenuddin, Dundin, (2005), ''Modal sosial dalam pengembangan budaya sipil komunitas etnik: studi kasus di Kota [[Manado]], [[Sulawesi Utara]] & [[Pekanbaru]], [[Riau]]'', Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, ISBN 979-3673-69-9.</ref>
5.895

suntingan