Korps Pasukan Khas: Perbedaan revisi

47 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
Setelah berubah status menjadi Kotamabin berdasarkan Surat Keputusan [[Kepala Staf TNI Angkatan Udara]] No. SKEP/73/III/1999 tanggal [[24 Maret]] [[1999]], '''Korpaskhas''' membawahi '''WING Paskhas''' (WING I, WING II, WING III), [[Den Bravo Paskhas|Detasemen Bravo Paskhas]] (''Den Bravo Paskhas'') dan [[Detasemen Kawal Protokol Paskhas]] (''Den Walkol Paskhas''). Saat ini Denwalkol berdasarkan Instruksi Kepala Staf ANgkatan Udara nomor : Ins/2/III/2008 tanggal 31 Maret 2008 telah beralih pembinaannya dari Korpaskhas kepada Denma MabesAU, sehingga efektif mulai tanggal dikeluarkan Instruksi tersebut pembinaan Kawal Protokol dibawah Denma Mabesau.
 
'''Hirarki''''''Teks ini akan dicetak tebal'''
Korps Pasukan Khas TNI–AU adalah satu satunya wadah berbentuk korps bagi pasukan berkualifikasi khusus di TNI–AU bahkan dalam TNI. Korpaskhasau bersanding dengan Kopassus TNI AD adalah Pasukan khusus berstatus KOMANDO resmi yang dimiliki oleh TNI. Hal ini karena 2 organisasi pasukan khusus ini bersifat (KOTAMA) BERDIRI SENDIRI dengan pelatihan dan kemampuan serang yang sangat lethal secara individual. Paskhas lahir sebagai pasukan komando sejak masa kelahirannya. Mereka diterjunkan dengan unit kecil di belakang garis pertahanan lawan dan langsung menusuk jantung pertahanan musuh. Maka itulah para personel pasukan payung AURI ini dididik dengan metode komando yang diadopsi dari SAS Inggris (melalui pendidikan di Pusdik RPKAD). Metode pendidikan komando “ala baret merah” mulai dilakukan di Wing III Diklat sejak Paskhas masih bernama KOPPAU. Korpaskhasau memakai sebutan “Pasukan” untuk jargon korps nya. Disingkat (Psk).
 
 
=== Kekuatan pasukan ===
Paskhas saat ini berkekuatan 5.432732 personel. Terbatasnya dukungan dana dari pemerintah memang jadi kendala untuk memodernisasi Paskhas. Dari segi persenjataan saja, prajurit Paskhas hanya mengandalkan persenjataam seperti senapan serbu SS-1 dan senapan mesin ringan Scorpion sebagai perlengkapan unit anti teroris [[Detasemen Bravo]].saat ini paskhas sudah dilengkapi dengan peluru kendali (Rudal) QW-3 sebagai senjata Pertahanan Udara (Hanud)<ref name="elite"/>
 
Namun begitu, rencana mengembangkan Paskhas menjadi 10 Skadron dengan jumlah personel dua kali lipat dari sekarang, tetap menjadi 'energi' bagi Paskhas untuk terus membenahi diri. Setidaknya sampai saat ini, pola penempatan Paskhas masih mengikuti pola penggelaran alutsista TNI AU, dalam hal ini pesawat terbang. Dengan kata lain, di mana ada skadron udara, di situ (idealnya) mesti ada skadron Paskhas sebagai unit pengamanan pangkalan.Sebagai tindak lanjut dari pengembangan skadron Paskhas yang sekarang sebutannya sudah menjadi batalyon pada tanggal 18 september 2008 berdasarkan Peraturan Kasau /41/VII/2008 tertanggal 9 Juli 2008 tentang peningkatan status Flight C BS Paskhas di Bogor menjadi Batalyon 467 Paskhas berkedudukan di Jakarta,sehingga kedudukan Batalyon 467 Paskhas di bawah jajaran Wing I paskhas. sementara di Bogor menjadi Kompi Senapan (Kipan) 1, di bawah jajaran Batalyon 467 Paskhas.oleh sebab itu saat ini Paskhas sudah mempunyai 7 Batalyon yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.<ref name="elite"/>
Pengguna anonim