Bahasa Jawa Muria: Perbedaan revisi

13 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
penggantian kata "eh" menjadi "a". dan penambahan kata "leh"
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
(penggantian kata "eh" menjadi "a". dan penambahan kata "leh")
Ciri khas dialek ini adalah digunakannya akhiran -em atau -nem (dengan e pepet) menggantikan akhiran -mu dalam bahasa Jawa untuk menyatakan kata ganti posesif orang kedua tunggal. Akhiran -em dipakai jika kata berakhiran huruf konsonan, sementara -nem dipakai jika kata berakhiran vokal. Misalnya kata kathok yang berarti celana menjadi kathokem, klambi yang berarti baju menjadi klambinem, dan sebagainya.
 
Ciri lainnya adalah sering digunakannya partikel "eha", denganuntuk vokalpenengasan esuatu diucapkan panjangkalimat, dan akhiran "leh" dalam percakapan untuk menggantikan partikel bahasa Jawa "ta". Misalnya, untuk menyatakan: "Ini bukumu, kan?", orang Muria berkata: "Iki bukunem, eha?"(Bahasa Jawa standar: "Iki bukumu, ta?"). Contoh lain:"Jangan begitu, dong!", lebih banyak diucapkan "Aja ngono, eha!" daripada "Aja ngono, ta!"
 
Beberapa kosakata khas yang tidak dipakai dalam dialek Jawa yang lain antara lain:
Pengguna anonim