Stasiun Sedadi: Perbedaan revisi

30 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Add ref)
k
'''Stasiun Sedadi (SDI)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦼꦢꦢꦶ}}, ''Sêtasiyun Sedadi'') adalah [[stasiun kereta api]] kelas III/kecil yang terletak di [[Sedadi, Penawangan, Grobogan]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +29 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi IV Semarang]].
 
Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah [[jalur ganda]] segmen [[Stasiun Gubug|Gubug]]-[[Stasiun Ngrombo|Ngrombo]] resmi dioperasikan pada akhir November 2013<ref>{{Cite news|url=https://daerah.sindonews.com/berita/815952/22/pertengahan-2014-jalur-rel-ganda-beroperasi|title=Pertengahan 2014, jalur rel ganda beroperasi|last=Prabowo|first=Andika|date=2013-12-12|work=SindoNews.com|access-date=2020-06-15}}</ref>, terdapat masing-masing satu jalur lurus dan jalur belok baru di sisi barat daya emplasemen stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah [[Stasiun Semarang Tawang|Semarang]] saja, dansedangkan jalur lurus baru tersebut menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus hanya untuk arah [[Stasiun Surabaya Pasarturi|Surabaya]]. Selain itu, sistem persinyalan diubah menggunakan jenis elektrik.
 
Bangunan stasiun yang terdapat di sisi timur laut rel dipindahkan dari tempat asalnya, direnovasi, serta dilengkapi kanopi yang menaungi jalur 1 dan sebagian jalur 2. Arsitektur bangunan baru stasiun ini serupa dengan [[Stasiun Patukan]]. Sekitar 300 [[meter]] ke arah timur laut stasiun ini terdapat [[Kali Serang]].
 
Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum [[Stasiun Karangjati]], terdapat Halte Wader dan Halte Tunggu yang kini sudah tidak aktif. Sementara ke arah timur stasiun ini, sebelum [[Stasiun Ngrombo]], terdapat Halte Ngloram yang juga bernasib sama.<ref name=":0">{{Cite book|title=Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera|last=|first=|date=1932|publisher=Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen|isbn=|location=|pages=164-165|url-status=}}</ref>
 
== Insiden ==
Pada tanggal 20 Mei 2017, pukul 10.30 WIB, kereta api [[Argo Bromo Anggrek]] (KA 1) tujuan [[Stasiun Gambir]] menabrak mobil [[Toyota Avanza]] di perlintasan tak berpalang, 500 meter dari Stasiun Sedadi. Bagian luar depan lokomotif dengan nomor [[CC206]] 13 92 milik Dipo Lokomotif Yogyakarta terbakar akibat kebakaran mobil yang ditabraknya, dan mobil terseret hingga ujung peron jalur 2 Stasiun Sedadi. EmpatDalam insiden ini, empat orang di mobil tewas. Akibatnya, sementara perjalanan ArgoKA Anggrektersebut terhambat karena menunggu lokomotif penolong datang dari Dipo Lokomotif Semarang Poncol.<ref>{{Cite news|url=https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/20/058877105/tabrakan-avanza-argo-anggrek-di-grobogan-4-meninggal|title=Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal|newspaper=Tempo Nasional|language=en-US|access-date=2017-05-20}}</ref> Sementara itu, lokomotif yang terbakar ditraksigandakan dengan kereta api barang hingga [[Stasiun Semarang Poncol]].
 
== Referensi ==