Jembatan Tumbang Samba: Perbedaan revisi

3.269 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
+ latar belakang, desain, dan konstruksi
(Hibah Saraswati)
 
(+ latar belakang, desain, dan konstruksi)
}}
'''Jembatan Tumbang Samba''' adalah [[jembatan pelengkung]] yang membentang di atas [[Sungai Katingan]] dan terletak di [[Katingan Tengah, Katingan|Katingan Tengah]], [[Kabupaten Katingan]], [[Kalimantan Tengah]]. Jembatan ini menjadi bagian dari Lintas Tengah Kalimantan dan akses nasional antara Kalimantan Tengah dengan [[Kalimantan Barat]].<ref name="pupr2">{{Cite news |url=https://www.pu.go.id/berita/view/16244/jembatan-tumbang-samba-dambaan-dan-kebanggaan-masyarakat-katingan-kalimantan-tengah |title=Jembatan Tumbang Samba, Dambaan dan Kebanggaan Masyarakat Katingan, Kalimantan Tengah |date=5 Oktober 2018 |author=Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR |publisher=[[Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]] |accessdate=14 Juni 2020}}</ref> Dengan panjang total 843,2 meter, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Tengah. Selain itu, jembatan ini juga merupakan jembatan pelengkung baja bertipe pelengkung terikat jaringan termodifikasi pertama di Indonesia.<ref name="pupr1">{{Cite news |url=https://www.pu.go.id/berita/view/18362/rampung-100-jembatan-tumbang-samba-siap-diresmikan-untuk-dukung-konektivitas-program-lumbung-pangan-baru-di-kalimantan-tengah |title=Rampung 100%, Jembatan Tumbang Samba Siap Diresmikan untuk Dukung Konektivitas Program Lumbung Pangan Baru di Kalimantan Tengah |date=11 Juni 2020 |author=Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR |publisher=[[Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]] |accessdate=14 Juni 2020}}</ref>
 
== Latar belakang ==
Sebelum Jembatan Tumbang Samba dibangun, masyarakat di sekitar wilayah utara Katingan menyeberangi Sungai Katingan menggunakan kapal feri untuk melakukan aktivitas perekonomian di Pasar [[Tumbang Samba, Katingan Tengah, Katingan|Tumbang Samba]]. Untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat tersebut, jembatan ini kemudian mulai dibangun pada tahun 2017. Jembatan ini menghubungkan [[Telok, Katingan Tengah, Katingan|Desa Telok]] di selatan dengan [[Samba Danum, Katingan Tengah, Katingan|Desa Samba Danum]] di utara. Selain itu, jembatan ini juga dimaksudkan untuk memperlancar aksesibilitas dan konektivitas lalu lintas karena menjadi akses nasional antara Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat yang merupakan bagian dari Lintas Tengah Kalimantan.<ref name="pupr2"/>
 
== Desain ==
Jembatan Tumbang Samba merupakan jembatan pelengkung baja dengan tipe jembatan pelengkung terikat jaringan termodifikasi (''modified network tied arch bridge'') dan menjadi jembatan pertama di Indonesia dengan tipe tersebut. Baja yang digunakan dilapisi oleh lapisan antikorosi berupa [[seng]] dengan metode [[galvani celup panas]].<ref name="pupr3"/> Secara dimensi, jembatan ini memiliki panjang bentang utama 108 meter, lebar 11,8 meter, dan tinggi 23,7 meter, serta panjang total 843,2 meter. Dengan panjang tersebut, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Tengah.<ref name="pupr1"/>
 
== Konstruksi ==
Jembatan Tumbang Samba mulai dikonstruksi pada tahun 2017. Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh PT [[Wijaya Karya]] dengan konsultan supervisi PT Perentjana Djaja. Sementara itu, fabrikasi dan perakitan struktur pelengkung baja dilakukan oleh PT [[Wika Beton]] di pabriknya yang berlokasi di [[Karangmukti, Cipeundeuy, Subang|Karangmukti]], [[Cipeundeuy, Subang|Cipeundeuy]], [[Kabupaten Subang|Subang]], [[Jawa Barat]]. Setelah perakitan struktur pelengkung baja selesai, struktur akan dikirimkan ke lokasi proyek.<ref name="pupr3">{{Cite news |url=https://www.pu.go.id/berita/view/16360/jembatan-tumbang-samba-rampung-agustus-2019-tingkatkan-konektivitas-lintas-tengah-kalimantan |title=Jembatan Tumbang Samba Rampung Agustus 2019, Tingkatkan Konektivitas Lintas Tengah Kalimantan |date=7 November 2018 |author=Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR |publisher=[[Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]] |accessdate=14 Juni 2020}}</ref> Struktur yang menjadi [[bentang]] tengah jembatan ini kemudian disambung dengan metode pengangkatan bentang penuh yang selesai pada 17 Januari 2020.<ref>{{Cite news |url=https://www.pu.go.id/berita/view/17855/bentang-tengah-tersambung-jembatan-tumbang-samba-kalteng-segera-rampung |title=Bentang Tengah Tersambung, Jembatan Tumbang Samba Kalteng Segera Rampung |date=22 Januari 2020 |author=Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR |publisher=[[Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]] |accessdate=14 Juni 2020}}</ref>
 
Untuk mengetahui apakah jembatan ini sudah aman untuk digunakan, dilakukan pengujian beban statik dan dinamik oleh Komisi Keamanan Jalan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Selain itu, uji coba pembukaan lalu lintas juga dilakukan pada 1 Juni 2020. Dengan rangkaian proses pengujian ini, jembatan rampung dibangun pada 11 Juni 2020.<ref name="pupr1"/>
 
== Referensi ==