Stasiun Demak: Perbedaan revisi

372 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
Penjelasan singkat mengenai "blueprint" atau cetak biru Stasiun Demak yang saya temui di beranda facebook.
(Berdasarkan cetak biru di zaman Belanda, stasiun ini memiliki satu peron sisi dan tiga peron pulau.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(Penjelasan singkat mengenai "blueprint" atau cetak biru Stasiun Demak yang saya temui di beranda facebook.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Pada tahun 1986, jalur kereta api yang melayani Kemijen hingga Rembang ditutup karena sarana yang tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku ''Spoorwegstations op Java'' yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 stasiun ini masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an.<ref>{{Cite book|title=Spoorwegstations op Java|last=de Jong|first=Michiel van Ballegoijen|year=1993|isbn=|location=|pages=}}</ref><ref>{{Cite book|title=Kota Demak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra|last=Ramelan|first=Wiwin Djuwita|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI|year=1997|isbn=|location=|pages=}}</ref>
 
Bangunan stasiun ini menggunakan [[Arsitektur Hindia Baru|arsitektur bergaya Hindia Baru (Nieuwe Indische Bouwstijl)]] dengan atap yang diekspos sedemikian rupa sehingga menambah artistik bangunan. Sebagai stasiun besar, aktivitas pengangkutan barang dan penumpang di Kota Demak dipusatkan di stasiun ini. Stasiun ini dilengkapi dengan atap ''overkapping'', depot lokomotif, dan sebuah gudang. Namun atap yang memayungi jalur-jalur sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Bangunan depot lokomotif yang berada di sebelah barat emplasemen juga sudah hilang. Saat ini stasiun ini dimanfaatkan sebagai kafe dan tidak ada reaktivasi untuk jalur-jalur SJS.<ref>{{Cite news|url=https://ekonomi.kompas.com/read/2015/03/06/214723626/Dirut.KAI.Temukan.Stasiun.Kereta.Berubah.Menjadi.Kafe|title=Dirut KAI Temukan Stasiun Kereta Berubah Menjadi Kafe - Kompas.com|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2015-03-06|newspaper=KOMPAS.com|language=en|access-date=2018-07-12}}</ref>
 
Berdasarkan cetak biru di zaman Belanda, dahulunya Stasiun Demak memiliki 7 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang maupun Kudus, jalur 3 sebagai sepur lurus menuju Purwodadi, 1 peron sisi, dan 3 peron pulau. Dari jalur 1 terdapat sebuah sepur belok untuk bongkar muat barang dan sebuah sepur badug menuju gudang. Stasiun ini dilengkapi dengan atap ''overkapping'' yang menaungi 3 peron pulau, depot lokomotif, menara air dan sebuah gudang. Namun atap yang memayungi jalur-jalur sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Bangunan depot lokomotif yang berada di sebelah barat emplasemen juga sudah hilang.
 
Saat ini stasiun ini dimanfaatkan sebagai kafe dan tidak ada reaktivasi untuk jalur-jalur SJS.<ref>{{Cite news|url=https://ekonomi.kompas.com/read/2015/03/06/214723626/Dirut.KAI.Temukan.Stasiun.Kereta.Berubah.Menjadi.Kafe|title=Dirut KAI Temukan Stasiun Kereta Berubah Menjadi Kafe - Kompas.com|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2015-03-06|newspaper=KOMPAS.com|language=en|access-date=2018-07-12}}</ref>
 
== Galeri ==
4.119

suntingan