Gajahan pengala: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: Kadangkala → Kadang kala
(per BPA: perangko->prangko | t=344 su=10 in=10 at=10 -- only 41 edits left of totally 52 possible edits | edr / ovr / aft = 000-0001(!!!) / 000-1011 / 000-0001 | cuzero & "[​[perangko]​]"--(c10=00070-0000,1x)-->"[​[prangko]​]" & "[​[Perangko]​]"--(c10=00070-0000,0x)-->"[​[Prangko]​]" | "[​[perangko]​] </g" -> "[​[prangko]​] </ga")
k (clean up, replaced: Kadangkala → Kadang kala)
 
== Pengenalan ==
Bertubuh besar, lk 43 &nbsp;cm, berwarna cokelat bercoret dengan alis putih. Garis mahkota hitam, kaki panjang, dan paruh melengkung ke bawah. Mirip [[gajahan besar]], akan tetapi ukurannya lebih kecil dan paruhnyaparuhnya—secara --secara proporsional-- lebihproporsional—lebih pendek. Tunggir berwarna kecokelatan (ras ''variegatus''), namun beberapa individu memiliki tunggir dan sayap bawah keputihan (mirip ras ''phaeopus'' yang lebih jarang). Di Indonesia, gajahan pengala hanya didapati dengan variasi bulu musim dingin (non berbiak).<ref name=mackinnon2000/>{{rp|132}}
 
[[Iris]] berwarna cokelat, paruh hitam, kaki cokelat kehitaman. Suara berupa siulan meringkik keras, "''ti-ti-ti-ti-ti-ti''".<ref name=mackinnon2000>{{aut|[[John MacKinnon|MacKinnon, J.]], K. Phillipps, dan [[Sebastian van Balen|B. van Balen]]}}. 2000. ''Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan''. Bogor:Puslitbang Biologi LIPI dan BirdLife IP. ISBN 979-579-013-7</ref>{{rp|132}}
 
== Tempat hidup dan kebiasaan ==
Gajahan pengala menyukai gosong lumpur, muara pasang surut, daerah berumput dekat pantai, payau dan pantai berbatu. KadangkalaKadang kala terlihat sendirian, burung ini biasanya hidup dalam kelompok kecil sampai besar, dan sering berbaur dengan burung perancah lain.<ref name=mackinnon2000/>{{rp|133,}}<ref name=mackinnon1993/>{{rp|136,}}<ref name=beehler>{{aut|Beehler, B.M., T.K. Pratt & D.A. Zimmerman}}. (2001). ''Burung-burung di Kawasan Papua''. Bogor: Puslitbang Biologi-LIPI. ISBN 979-579-037-4</ref>{{rp|132}}
 
Gajahan pengala memangsa [[moluska]], [[cacing]], [[krustasea]], dan organisme laut lainnya.<ref name=mackinnon1993>{{aut|MacKinnon, J.}} 1993. ''Panduan lapangan pengenalan burung-burung di Jawa dan Bali''. Jogyakarta:Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-150-2</ref>{{rp|136}} Mangsa didapatnya dengan mengais dan menusuk-nusuk lumpur atau tanah lunak dengan paruhnya yang panjang dan sensitif, atau dengan mematuknya apabila mangsa berada di atas tanah. Di daerah asalnya, sebelum bermigrasi, gajahan pengala juga diketahui memakan buah-buahan kecil (beri) dan sesekali juga [[serangga]].