Robert Boyle: Perbedaan antara revisi

408 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Menambah sejarah
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Menambah sejarah)
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Sejak kecil, Robert sudah memiliki bakat sebagai orang besar melalui kemampuannya berpikir kritis dan selalu terdorong memikirkan hal-hal yang ada di sekelilingnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Robert pernah mengenyam pendidikan formal selama tiga tahun di Eton Collage, Windsor, Inggris. Robert hanya bersekolah formal selama tiga tahun karena adanya pergantian kepala sekolah yang memiliki cara mengajar yang berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya dan hal tersebut tidak cocok dengan pribadi Robert. Lalu pada umur 12 tahun Robert berkeliling Eropa bersama tutornya. Hal ini mampu membuat pemikiran Robert berkembang lebih cepat karena adanya proses diskusi dan tanya jawab secara langsung. Selanjutnya, Robert mulai mengembangkan minatnya dibidang Matematika dan Sains.
 
Sejak remaja, Robert mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan cara bergerak di bidang ilmu. Dia pulang kembali ke rumah pada usia 18 tahun, setelah ayahnya meninggal. Ilmuan ini yakin bahwa "Melalui pengetahuan atas karya-Nya, kita akan mengenal Dia.” Menurut Boyle, belajar adalah proses. Maka, yang dia cari adalah proses.
 
Saat dia tiba di Italia, Robert mulai mengenal ilmuan Galileo Galilei yang pada masa itu mencetuskan bahwa bumi mengelilingi matahari yang pada zaman tersebut dianggap bertentangan karena adanya teori Gereja yang menyebutkan bahwa matahari mengelilingi bumi. Robert yang saat itu masih remaja, tertarik mempelajari gagasan Galileo
 
== Lihat pula ==
93

suntingan