Nyai: Perbedaan revisi

587 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
revisi dikit hal yg kurang tepat dg sebutan nyai.
(Katanya kurang tepat arti nya.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(revisi dikit hal yg kurang tepat dg sebutan nyai.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
'''Nyai''' adalah sebutan umum di [[Jawa Barat]], khususnya bagi wanita dewasa. Di sisi lain, kata ini memiliki konotasi lain pada zaman kolonial .
 
landa.
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan [[Depdikbud]] pada [[1989|tahun 1989]]. seorang nyai memiliki sinonim dengan gundik dan selir. Baik nyai, gundik maupun selir, dalam KBBI, diartikan sebagai bini gelap, perempuan piaraan, dan istri yang tidak pernah dikawini resmi.
 
Pada masa kolonial, nasib nyai jauh lebih beruntung daripada para budak. Pada masa awal kolonisasi Hindia-Belanda, para pejabat Belanda datang tanpa disertai ''[[mevrouw]]'' (nyonya). keberadaan nyai sepenuhnya difaktori kepentingan seksual dan status sosial pejabat kolonial di tanah Hindia-Belanda.
 
Seorang nyai berada dalam posisi yang tinggi secara ekonomis, tetapi rendah secara moral. Secara ekonomis, mereka berada di atas rata-rata perempuan [[pribumi]] yang bukan bangsawan. Para nyai mengenakan kain [[songket]] bersulam benang emas dan perak, mengenakan tusuk konde roos, peniti intan, dan giwang yang terbuat dari berlian.
Pengguna anonim