Bahasa Sunda Brebes: Perbedaan revisi

152 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
→‎Karakteristik: Penambahan konten
k (Menghilangkan spasi sebelum tanda koma dan tanda titik dua)
(→‎Karakteristik: Penambahan konten)
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
Perbedaan bahasa Sunda Brebes dengan bahasa Sunda standar tampak menonjol pada intonasi dan beberapa kosakata, sedangkan dalam tataran frasa dan kalimat tidak terjadi perbedaan. Dalam tataran frasa, misalnya adalah:
 
* ''mahimah bapa'' = rumah ayahbapak
* ''peti suluh'' = peti kayu
* ''budak bandel'' = anak nakal
* ''hayang hees/pineuh'' = ingin tidur
* ''ngakan/nyatu kejo'' = makan nasi
* ''gede kacida'' = besar sekali
* ''jenuk/bera budak'' = banyak anak.
 
Kalimat bahasa Sunda Brebes contohnya adalah:
 
* ''Misah/ambih lulus ujian nyaneh kudu di ajar'' = agar lulus ujian kamu harus belajar
* ''Iraha nyaneh mangkat'' = kapan kamu pergi
* ''Naha nyaneh telat'' = mengapa ia terlambat?
Yang menarik adalah sebagian kosakata bahasa Sunda standar yang termasuk kosakata netral (tidak kasar dan juga tidak halus) di dalam bahasa Sunda Brebes selalu diaggap lebih halus. Misalnya, frasa;
 
* ''Hayang sare(pineuh)'' = ingin tidur
* ''dahar sangu'' = makan nasi
Di dalam bahasa Sunda Standar dianggap halus, padahal di dalam bahasa Sunda Brebes kedua frasa itu tidak bermakna halus. Frasa yang bermakna ingin tidur dan makan nasi di dalam bahasa Sunda Brebes adalah'' hayang hees'' dan ''ngakan kejo''.
Selain "hees" untuk mengungkapkan kata "tidur", juga digunakan kata "pineuh" di bantarkawung sebagai padanannya.
 
'''Tabel perbandingan Bahasa Sunda Brebes dan Bahasa Sunda Standar
| apung / mengapung
|-
| ''apik/hade''
| ''alus''
| baik
Pengguna anonim