Puisi: Perbedaan revisi

2.557 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Menolak 3 perubahan teks terakhir (oleh 114.125.59.2) dan mengembalikan revisi 15592925 oleh Bagas Chrisara
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Menolak 3 perubahan teks terakhir (oleh 114.125.59.2) dan mengembalikan revisi 15592925 oleh Bagas Chrisara)
{{noref}}
[[Satir jihad|Satire]] adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb.). Contoh:
'''Puisi''' (dari [[bahasa Yunani kuno]]: ''{{polytonic|ποιέω/ποιῶ}}'' (poiéo/poió) = ''I create'') adalah sebuah [[seni]] tertulis. Puisi merupakan karya sastra seseorang dalam menyampaikan pesan melalui diksi dan pola tertulis. Penyair adalah orang yang membuat atau menciptakan puisi. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis. Menurut KBBI puisi adalah:
 
# Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
# Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus
# Sajak<ref>{{Cite web|url=https://kbbi.web.id/puisi|title=Arti kata puisi - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online|website=kbbi.web.id|access-date=2019-02-22}}</ref>
 
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter, dan rima adalah yang membedakan puisi dari [[prosa]]. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tetapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu, puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain masuk ke dalam keadaan hatinya.
 
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zig zag, dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara [[penulis]] untuk menunjukkan pemikirannya. Puisi kadang hanya berisi satu kata/suku [[kata]] yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca, hal tersebut mungkin membuat puisi menjadi tidak atau kurang bisa dimengerti. Tetapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada batasan bagi seorang penulis dalam menciptakan sebuah puisi.
Ada beberapa perbedaan antara [[puisi lama]] dan [[puisi baru]].
 
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri, yaitu 'pemadatan kata'. Kebanyakan penyair aktif sekarang, baik pemula ataupun bukan, lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
 
Di dalam puisi juga biasa disisipkan [[majas]] yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga bermacam-macam, salah satunya adalah [[sarkasme]] yaitu sindiran langsung dengan kasar.
 
Di beberapa daerah di [[Indonesia]] puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk [[pantun]]. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
 
== Hal-hal membaca puisi ==
Contoh:
:Dalam ribaan bahagia datang
:Tersenyum bagai kencankencana
:Mengharum bagai cendana
:Dalam bah’gia cinta tiba melayang
1.856

suntingan