Suku Mandar: Perbedaan revisi

30 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Patudu's (dochters van vorsten en adellijken) te Mamuju Sulawesi TMnr 10001294.jpg|jmpl|300px|Wanita Mandar dari kalangan ningrat]]
'''Suku Mandar''' adalah suku bangsa yang menempati wilayah [[Sulawesi Barat]], serta sebagian [[Sulawesi Selatan]], dan [[Sulawesi Tengah]] Populasi Suku Mandar dengan jumlah Signifikan juga dapat ditemui di luar [[Sulawesi]] seperti [[Kalimantan Selatan]], [[Kalimantan Timur]], [[Jawa]] dan [[Sumatra]] bahkan sampai ke [[Malaysia]]. Pada sensus penduduk tahun 1980 didapati bahwa terdapat 300.000 orang Mandar di [[Sulawesi Selatan]], tetapi ini lebih menunjukkan jumlah penutur bahasa Mandar pada tahun itu kabupaten [[Majene]], [[Mamasa]], dan [[Mamuju]] penutur bahasa Mandar juga banyak, maka angkanya akan lebih dari 300.000 jiwa di tiga kabupaten, [[Majene]], [[Mamasa]] dan [[Mamuju]] pada waktu itu, karena sensus tahun 1980 menunjukkan jumlah penduduk [[Majene]] 120.830, [[Polewali Mamasa]] 360.384, [[Mamuju]] 99.796.
==Latar Belakang==
 
[[Mandar]] ialah suatu kesatuan etnis yang berada di Sulawesi Barat. Dulunya, sebelum terjadi pemekaran wilayah, Mandar bersama dengan etnis Bugis, Makassar, dan Toraja mewarnai keberagaman di Sulawesi Selatan. Meskipun secara politis Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan diberi sekat, secara historis dan kultural Mandar tetap terikat dengan “sepupu-sepupu” serumpunnya di Sulawesi Selatan. Istilah Mandar merupakan ikatan persatuan antara tujuh kerajaan di pesisir (Pitu Ba’ba’na Binanga) dan tujuh kerajaan di gunung (Pitu Ulunna Salu). Keempat belas kekuatan ini saling melengkapi, “Sipamandar” (menguatkan) sebagai satu bangsa melalui perjanjian yang disumpahkan oleh leluhur mereka di Allewuang Batu di Luyo.
 
 
Di kerajaan-kerajaan Hulu pandai akan kondisi pegunungan sedangkan kerajaan-kerajaan Muara pandai akan kondisi lautan. Dengan batas-batas sebelah selatan berbatasan dengan Kab. [[Pinrang]], [[Sulawesi Selatan]], sebelah timur berbatasan dengan Kab. [[Toraja]], [[Sulawesi Selatan]], sebelah utara berbatasan dengan [[Kota Palu]], [[Sulawesi Tengah]] dan sebelah barat dengan [[selat Makassar]].
==Sejarah==
 
Sepanjang sejarah kerajaan-kerajaan di Mandar, telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pejuang dalam mempertahankan tanah melawan penjajahan [[VOC]], Belanda seperti: Imaga Daeng Rioso, Puatta i sa'adawang, Maradia Banggae, Ammana iwewang, Andi Depu, meskipun pada akhirnya wilayah Mandar berhasil direbut oleh Belanda.
 
Dari semangat suku Mandar yang disebut semangat "Assimandarang" sehingga pada tahun 2004 wilayah Mandar menjadi salah satu provinsi yang ada di Indonesia yaitu provinsi [[Sulawesi Barat]].
5.847

suntingan