Raden Saleh: Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
per BPA: perangko->prangko | t=1009 su=43 in=45 at=44 -- only 8 edits left of totally 52 possible edits | edr / ovr / aft = 000-0001(!!!) / 000-1011 / 000-0001 | clup(2):$A0(-0)&tab#trailspc(-2) & "[​[perangko]​]"--(c10=00070-0000,1x)-->"[​[prangko]​]" & "[​[Perangko]​]"--(c10=00070-0000,0x)-->"[​[Prangko]​]" | "[​[perangko]​] ser" -> "[​[prangko]​] seri"
(per BPA: perangko->prangko | t=1009 su=43 in=45 at=44 -- only 8 edits left of totally 52 possible edits | edr / ovr / aft = 000-0001(!!!) / 000-1011 / 000-0001 | clup(2):$A0(-0)&tab#trailspc(-2) & "[​[perangko]​]"--(c10=00070-0000,1x)-->"[​[prangko]​]" & "[​[Perangko]​]"--(c10=00070-0000,0x)-->"[​[Prangko]​]" | "[​[perangko]​] ser" -> "[​[prangko]​] seri")
| yearsactive = 1829 - 1880
| spouse = Raden Ayu Danudirdja
| domesticpartner =
| children =
| parents= Sayyid Husen bin Alwi bin Awal bin Yahya<br>Mas Adjeng Zarip Husen
 
Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Prancis [[Gerricault]] ([[1791]]-[[1824]]) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.
 
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas
 
Pada tahun 1883, diadakan pameran lukisan Raden Saleh di [[Amsterdam]] untuk memperingati tiga tahun wafatnya Saleh, atas prakarsa Raja [[Willem III]] dan [[Ernst dari Sachsen-Coburg-Gotha]]. Di antaranya terdapat lukisan ''Hutan Terbakar'', ''Berburu Kerbau di Jawa'', dan ''Penangkapan Pangeran Diponegoro''
 
Sedangkan penghargaan dari pemerintah [[Indonesia]] diberikan pada tahun 1969 lewat [[Departemen Pendidikan dan Kebudayaan]] secara [[anumerta]], berupa ''Piagam Anugerah Seni'' sebagai ''Perintis Seni Lukis di Indonesia''. Wujud perhatian lain adalah, pembangunan ulang makamnya di [[Bogor]] yang dilakukan oleh [[Frederich Silaban|Ir. Silaban]] atas perintah Presiden [[Soekarno]], sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara, misalnya akhir tahun 1967, PTT mengeluarkan [[perangkoprangko]] seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya.
 
Pada tahun 2008, sebuah [[Raden Saleh (kawah)|kawah]] di planet [[Merkurius]] dinamai darinya.<ref>http://messenger.jhuapl.edu/gallery/sciencePhotos/image.php?page=2&gallery_id=2&image_id=276</ref><ref>http://messenger.jhuapl.edu/gallery/sciencePhotos/image.php?page=3&gallery_id=2&image_id=120</ref>
1.446

suntingan